Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid: Gencatan Senjata AS-Iran Belum Cukup, Israel Harus Hentikan Serangan ke Palestina!

SulawesiPos.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyambut positif keberhasilan awal Pakistan dalam mendorong kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah eskalasi konflik yang berpotensi memicu perang dunia, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi global dan keamanan masyarakat sipil, termasuk kelancaran ibadah haji.

Ia menilai wajar jika inisiatif tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga Uni Eropa.

Hidayat atau HNW menekankan bahwa gencatan senjata tidak cukup hanya mencakup AS dan Iran, tetapi perlu diperluas agar berdampak nyata terhadap perdamaian kawasan.

Ia mengusulkan agar dalam perundingan lanjutan di Islamabad pada 10 April 2026, kesepakatan juga mencakup penghentian serangan Israel ke Lebanon, negara-negara Teluk, serta wilayah Palestina seperti Gaza dan Tepi Barat.

“Poin-poin tersebut sangat krusial agar gencatan senjata dapat terlaksana dengan maksimal, dan perdamaian benar-benar terwujud,” ujarnya dilansir dari laman resmi MPR.

BACA JUGA: 
Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh

Menurutnya, perluasan ini penting agar dampak gencatan senjata tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

Soroti Konflik Palestina dan Al Aqsa

HNW juga menyoroti masih berlangsungnya serangan Israel ke Palestina, termasuk di Gaza dan Tepi Barat, serta penutupan Masjid Al Aqsa.

Ia menilai penghentian tindakan tersebut harus menjadi bagian utama dalam kesepakatan damai agar keadilan benar-benar terwujud.

Usulan tersebut, kata dia, juga sejalan dengan sikap sejumlah negara di kawasan Teluk serta otoritas Palestina.

Lebih lanjut, HNW mendorong pemerintah Indonesia untuk turut berperan aktif dalam proses diplomasi internasional.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.

Menurutnya, upaya diplomasi ini penting untuk memastikan gencatan senjata tidak hanya berlangsung sementara, tetapi dapat menjadi kesepakatan jangka panjang, setidaknya hingga musim haji 2026.

Singgung Peran AS dan Israel

HNW juga menyoroti dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan.

BACA JUGA: 
AS dan Israel Serang Iran, Seluruh Regional Timur Tengah di Ambang Konflik Besar

Ia mengingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak terjebak dalam kepentingan politik Israel yang dinilai berpotensi menghambat perdamaian.

Menurutnya, langkah AS menyepakati gencatan senjata dengan Iran patut diapresiasi, namun harus diikuti dengan upaya nyata menekan Israel agar menghentikan serangan di kawasan.

SulawesiPos.com – Wakil Ketua MPR RI Hidayat Nur Wahid menyambut positif keberhasilan awal Pakistan dalam mendorong kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran.

Menurutnya, langkah tersebut penting untuk mencegah eskalasi konflik yang berpotensi memicu perang dunia, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi global dan keamanan masyarakat sipil, termasuk kelancaran ibadah haji.

Ia menilai wajar jika inisiatif tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak internasional seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa, Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), hingga Uni Eropa.

Hidayat atau HNW menekankan bahwa gencatan senjata tidak cukup hanya mencakup AS dan Iran, tetapi perlu diperluas agar berdampak nyata terhadap perdamaian kawasan.

Ia mengusulkan agar dalam perundingan lanjutan di Islamabad pada 10 April 2026, kesepakatan juga mencakup penghentian serangan Israel ke Lebanon, negara-negara Teluk, serta wilayah Palestina seperti Gaza dan Tepi Barat.

“Poin-poin tersebut sangat krusial agar gencatan senjata dapat terlaksana dengan maksimal, dan perdamaian benar-benar terwujud,” ujarnya dilansir dari laman resmi MPR.

BACA JUGA: 
Prabowo Kumpulkan Menteri di Hambalang, Bahas Konflik Timur Tengah hingga Mudik Lebaran

Menurutnya, perluasan ini penting agar dampak gencatan senjata tidak bersifat parsial, melainkan menyeluruh di kawasan Timur Tengah.

Soroti Konflik Palestina dan Al Aqsa

HNW juga menyoroti masih berlangsungnya serangan Israel ke Palestina, termasuk di Gaza dan Tepi Barat, serta penutupan Masjid Al Aqsa.

Ia menilai penghentian tindakan tersebut harus menjadi bagian utama dalam kesepakatan damai agar keadilan benar-benar terwujud.

Usulan tersebut, kata dia, juga sejalan dengan sikap sejumlah negara di kawasan Teluk serta otoritas Palestina.

Lebih lanjut, HNW mendorong pemerintah Indonesia untuk turut berperan aktif dalam proses diplomasi internasional.

Ia menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menjalin komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk Pakistan, Iran, dan Amerika Serikat.

Menurutnya, upaya diplomasi ini penting untuk memastikan gencatan senjata tidak hanya berlangsung sementara, tetapi dapat menjadi kesepakatan jangka panjang, setidaknya hingga musim haji 2026.

Singgung Peran AS dan Israel

HNW juga menyoroti dinamika hubungan antara Amerika Serikat dan Israel dalam konflik kawasan.

BACA JUGA: 
32 WNI yang Dievakuasi dari Iran Tiba di Indonesia Hari Ini

Ia mengingatkan Presiden AS Donald Trump agar tidak terjebak dalam kepentingan politik Israel yang dinilai berpotensi menghambat perdamaian.

Menurutnya, langkah AS menyepakati gencatan senjata dengan Iran patut diapresiasi, namun harus diikuti dengan upaya nyata menekan Israel agar menghentikan serangan di kawasan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru