Blak-blakan Soal Beratnya Beban Jadi Presiden Hingga Tak Punya Waktu Libur, Prabowo: Aku Udah Terlanjur

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jabatan kepala negara bukanlah posisi yang ringan atau penuh kenyamanan.

Ia menyebut peran tersebut menuntut kerja tanpa henti serta pengorbanan waktu pribadi.

Dalam pernyataannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo mengingatkan publik agar tidak salah memahami tugas seorang presiden yang harus selalu siap menghadapi berbagai persoalan negara.

“Jadi berdiri di sini saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak, yang mau jadi presiden selamet, benar-benar aku udah terlanjur. Jadi aku harus kerja sekarang ini nggak ada libur,” kata Prabowo.

Prabowo juga menanggapi anggapan yang menyebut dirinya kerap melakukan perjalanan luar negeri untuk kepentingan non-strategis.

Ia menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari tugas kenegaraan.

Menurutnya, kunjungan ke luar negeri dilakukan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga, termasuk dalam hal ketahanan energi.

“Dibilang Prabowo seneng jalan-jalan ke luar negeri, saudara-saudara untuk amankan minyak ya gua harus kemana-kemana,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Menkeu Siapkan Efisiensi Anggaran untuk Jaga Defisit APBN 2026 di Bawah 3 Persen

Diplomasi Energi Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa kunjungan luar negeri merupakan bagian dari strategi diplomasi dan kerja sama internasional.

Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang sebagai salah satu langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis, khususnya terkait kepentingan energi.

“Kita ke jepang kemarin ya, kita dapat ini saya berangkat lagi aku mau berangkat lagi ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tau kemana, amankan juga,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa jabatan kepala negara bukanlah posisi yang ringan atau penuh kenyamanan.

Ia menyebut peran tersebut menuntut kerja tanpa henti serta pengorbanan waktu pribadi.

Dalam pernyataannya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/4/2026), Prabowo mengingatkan publik agar tidak salah memahami tugas seorang presiden yang harus selalu siap menghadapi berbagai persoalan negara.

“Jadi berdiri di sini saudara-saudara, jangan anggap ini pekerjaan yang enak, yang mau jadi presiden selamet, benar-benar aku udah terlanjur. Jadi aku harus kerja sekarang ini nggak ada libur,” kata Prabowo.

Prabowo juga menanggapi anggapan yang menyebut dirinya kerap melakukan perjalanan luar negeri untuk kepentingan non-strategis.

Ia menegaskan bahwa agenda tersebut merupakan bagian dari tugas kenegaraan.

Menurutnya, kunjungan ke luar negeri dilakukan untuk memastikan kepentingan nasional tetap terjaga, termasuk dalam hal ketahanan energi.

“Dibilang Prabowo seneng jalan-jalan ke luar negeri, saudara-saudara untuk amankan minyak ya gua harus kemana-kemana,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Bangsa Bersatu, Masa Depan Aman: Pesan Prabowo untuk Aparatur Pemerintah

Diplomasi Energi Jadi Prioritas

Lebih lanjut, Prabowo menekankan bahwa kunjungan luar negeri merupakan bagian dari strategi diplomasi dan kerja sama internasional.

Ia mencontohkan kunjungannya ke Jepang sebagai salah satu langkah konkret dalam memperkuat kerja sama strategis, khususnya terkait kepentingan energi.

“Kita ke jepang kemarin ya, kita dapat ini saya berangkat lagi aku mau berangkat lagi ke sebuah negara, nanti begitu aku berangkat kau tau kemana, amankan juga,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru