30 C
Makassar
6 March 2026, 16:27 PM WITA

Prabowo Temui Ulama dan Ormas Islam di Istana, Ahmad Muzani: Presiden Membuka Diri Terhadap Masukan

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bersama para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR), Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus menjadi forum dialog mengenai perkembangan geopolitik global yang berdampak pada Indonesia.

Menurutnya, pemerintah ingin membuka ruang komunikasi dengan para tokoh agama untuk bertukar pandangan terkait dinamika internasional, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah.

“Dalam malam silaturahmi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan para alim ulama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan ormas Islam. Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geoekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini,” kata Muzani usai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menjelaskan latar belakang berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam merespons dinamika global.

Menurut Muzani, Presiden menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil pemerintah selalu berlandaskan pada kepentingan nasional serta upaya menjaga keutuhan negara.

“Dalam pertemuan tersebut tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia,” ucap Muzani.

Muzani menuturkan para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir memahami sikap yang diambil oleh Presiden.

Ia menyebut para tokoh agama diminta untuk terus memberikan dukungan sekaligus doa agar kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik.

“Para ulama, para kiai memahami itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Presiden pada jalan yang baik, yang benar, oleh karena itu kita semua diminta untuk tetap memberikan support, mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik, dengan mulus, dan Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan, pandangan dari berbagai macam kalangan termasuk dari para ulama, para kiai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muzani menilai forum dialog antara pemerintah dan tokoh agama seperti ini penting untuk menjaga komunikasi yang konstruktif.

Ia berharap pertemuan serupa dapat dilakukan secara berkala agar pemerintah tetap dapat menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat.

“Karena itu, saya kira pertemuan ini diharapkan bisa berlangsung secara periodik dalam beberapa pekan atau dalam beberapa bulan yang akan datang,” pungkasnya.

SulawesiPos.com – Presiden Prabowo Subianto mengadakan pertemuan bersama para ulama, kiai, habaib, pimpinan pondok pesantren, serta pimpinan organisasi masyarakat Islam di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/3/2026) malam.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR), Ahmad Muzani menjelaskan bahwa pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana silaturahmi sekaligus menjadi forum dialog mengenai perkembangan geopolitik global yang berdampak pada Indonesia.

Menurutnya, pemerintah ingin membuka ruang komunikasi dengan para tokoh agama untuk bertukar pandangan terkait dinamika internasional, termasuk konflik yang terjadi di Timur Tengah.

“Dalam malam silaturahmi antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan para alim ulama, kiai, habaib, tokoh masyarakat, pimpinan pondok pesantren, dan pimpinan ormas Islam. Pertemuan ini dimaksudkan untuk saling memahami, saling mendengar terhadap perkembangan informasi geopolitik, geoekonomi yang terjadi pada akhir-akhir ini,” kata Muzani usai pertemuan.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo Subianto juga menjelaskan latar belakang berbagai kebijakan yang diambil pemerintah dalam merespons dinamika global.

Menurut Muzani, Presiden menegaskan bahwa setiap langkah yang diambil pemerintah selalu berlandaskan pada kepentingan nasional serta upaya menjaga keutuhan negara.

“Dalam pertemuan tersebut tadi Presiden mengatakan bahwa yang dilakukan oleh beliau adalah demi keutuhan Republik Indonesia, demi keutuhan negara, dan demi kedaulatan Republik Indonesia,” ucap Muzani.

Muzani menuturkan para ulama dan tokoh masyarakat yang hadir memahami sikap yang diambil oleh Presiden.

Ia menyebut para tokoh agama diminta untuk terus memberikan dukungan sekaligus doa agar kebijakan pemerintah dapat berjalan dengan baik.

“Para ulama, para kiai memahami itu sebagai sebuah sikap yang dilakukan oleh Presiden pada jalan yang baik, yang benar, oleh karena itu kita semua diminta untuk tetap memberikan support, mendoakan agar apa yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia bisa berjalan dengan baik, dengan mulus, dan Presiden juga terus membuka diri untuk mendapatkan masukan, pandangan dari berbagai macam kalangan termasuk dari para ulama, para kiai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Muzani menilai forum dialog antara pemerintah dan tokoh agama seperti ini penting untuk menjaga komunikasi yang konstruktif.

Ia berharap pertemuan serupa dapat dilakukan secara berkala agar pemerintah tetap dapat menyerap berbagai aspirasi dari masyarakat.

“Karena itu, saya kira pertemuan ini diharapkan bisa berlangsung secara periodik dalam beberapa pekan atau dalam beberapa bulan yang akan datang,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/