Selain hilirisasi bauksit dan aluminium, Nengah turut menyinggung isu ketersediaan emas nasional. Ia mengingatkan komitmen PT Freeport Indonesia yang sebelumnya dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) menyatakan akan menyuplai 30 ton emas untuk mendukung kebutuhan dalam negeri.
“Komitmennya seperti apa sekarang? Kenapa masih terjadi defisit emas dan bahkan cenderung impor? Bagaimana ketersediaannya untuk tahun-tahun mendatang?” tanyanya.
Melalui kunjungan kerja ini, Nengah pun berharap seluruh BUMN sektor pertambangan dapat memaparkan strategi konkret dan peta jalan yang jelas menuju kemandirian industri, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

