26 C
Makassar
8 February 2026, 16:36 PM WITA

SBY Tegaskan Komitmen Kawal Pemerintahan Prabowo, Soroti Arah Ekonomi Baru Indonesia

Overview

  • Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Dukungan itu disampaikan dalam Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan.
  • SBY juga memaparkan tiga prinsip utama menghadapi tantangan Ekonomi Baru.

SulawesiPos.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026).

SBY menilai dukungan terhadap kepemimpinan nasional merupakan tanggung jawab kebangsaan yang harus diemban seluruh elemen bangsa.

“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua,” ujar SBY di hadapan para tokoh pengusaha, tokoh-tokoh pemerintahan, maupun akademisi.

Dalam forum tersebut, SBY menekankan bahwa Indonesia harus segera beradaptasi dengan lanskap Ekonomi Baru di tengah perubahan global.

Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat itu mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dicapai secara instan ataupun sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan.

Baca Juga: 
SBY Sarankan PBB untuk Sidang Umum Darurat, Apa Alasannya?

Tiga Prinsip Strategis

SBY memaparkan tiga prinsip utama agar gagasan pembangunan tidak berhenti sebagai jargon.

  1. Right, Deep, and Comprehensive Thinking
    Menurutnya, kemajuan harus diawali pola pikir yang benar, mendalam, dan komprehensif—bukan kebijakan reaktif, melainkan strategi matang.
  2. Implementasi Nyata
    Ia menegaskan bahwa gagasan besar tidak akan berdampak tanpa eksekusi efektif di lapangan.
  3. Kontinuitas dan Konsistensi
    Berbekal pengalaman memimpin selama dua periode (2004–2014), SBY menilai negara membutuhkan kesinambungan kebijakan jangka panjang, mulai 5 hingga 15 tahun ke depan.

Overview

  • Susilo Bambang Yudhoyono menegaskan dukungannya terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
  • Dukungan itu disampaikan dalam Yudhoyono Dialogue Forum di Pacitan.
  • SBY juga memaparkan tiga prinsip utama menghadapi tantangan Ekonomi Baru.

SulawesiPos.com – Presiden ke-6 Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menegaskan komitmennya untuk mengawal keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan itu disampaikan dalam forum Yudhoyono Dialogue Forum bertajuk “New Economy, New Road to Prosperity” di Museum dan Galeri SBY-ANI, Pacitan, Jumat (6/2/2026).

SBY menilai dukungan terhadap kepemimpinan nasional merupakan tanggung jawab kebangsaan yang harus diemban seluruh elemen bangsa.

“Saya memberikan dukungan penuh dan akan terus membantu dengan cara saya agar visi dan agenda pembangunan nasional dapat berjalan baik. Keberhasilan pemerintah adalah keberhasilan bagi rakyat dan masa depan kita semua,” ujar SBY di hadapan para tokoh pengusaha, tokoh-tokoh pemerintahan, maupun akademisi.

Dalam forum tersebut, SBY menekankan bahwa Indonesia harus segera beradaptasi dengan lanskap Ekonomi Baru di tengah perubahan global.

Presiden pertama yang dipilih langsung oleh rakyat itu mengingatkan bahwa kemajuan bangsa tidak bisa dicapai secara instan ataupun sekadar mengikuti siklus politik lima tahunan.

Baca Juga: 
AHY Tak Hadiri Perayaan Natal Demokrat, SBY: Bagi Demokrat Negara dan Rakyat Dulu, Baru Partai

Tiga Prinsip Strategis

SBY memaparkan tiga prinsip utama agar gagasan pembangunan tidak berhenti sebagai jargon.

  1. Right, Deep, and Comprehensive Thinking
    Menurutnya, kemajuan harus diawali pola pikir yang benar, mendalam, dan komprehensif—bukan kebijakan reaktif, melainkan strategi matang.
  2. Implementasi Nyata
    Ia menegaskan bahwa gagasan besar tidak akan berdampak tanpa eksekusi efektif di lapangan.
  3. Kontinuitas dan Konsistensi
    Berbekal pengalaman memimpin selama dua periode (2004–2014), SBY menilai negara membutuhkan kesinambungan kebijakan jangka panjang, mulai 5 hingga 15 tahun ke depan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/