Overview:
- Sekjen PKS Muhammad Kholid meminta forum internasional menjadikan Otoritas Palestina sebagai aktor utama dalam upaya perdamaian, sekaligus menolak keterlibatan Israel di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu.
- Ia mendorong Indonesia memimpin inisiatif diplomasi internasional dengan memperkuat kerja sama negara-negara muslim.
- Kholid dengan tegas menyebutkan Israel harus bertanggungjawab atas krisis kemanusiaan di Gaza
SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Muhammad Kholid meminta Pemerintah Indonesia mendorong forum internasional agar memberikan peran sentral kepada Otoritas Palestina, serta secara konsisten menolak keterlibatan Israel di bawah pemerintahan Benjamin Netanyahu.
“Palestina adalah pihak yang paling terdampak. Melibatkan mereka merupakan prasyarat moral dan politik dalam upaya perdamaian berkeadilan,” ujar Kholid di Jakarta, Jumat (30/1/2026).
Ia mendorong Indonesia mengambil inisiatif kepemimpinan diplomatik, terutama dengan memperkuat kerja sama bersama negara-negara muslim berpengaruh seperti Qatar, Turki, Arab Saudi, Yordania, dan Uni Emirat Arab.
“PKS menilai keterlibatan Palestina secara penuh, termasuk dalam Board of Peace, adalah kunci terciptanya perdamaian yang kredibel,” katanya.
Kholid menilai, tanpa partisipasi Palestina, forum perdamaian berisiko kehilangan legitimasi dan berpotensi mengulang kegagalan inisiatif damai sebelumnya.
Ia juga mengingatkan bahwa kehadiran Israel dalam forum tersebut dapat menimbulkan kontradiksi serius.
“Israel seharusnya dimintai pertanggungjawaban atas krisis kemanusiaan di Gaza, bukan justru dilibatkan sebagai perumus perdamaian,” ujarnya.
PKS menegaskan, perdamaian tidak dapat dibangun di atas ketidakadilan dan pengabaian kejahatan kemanusiaan.
“Israel tidak selayaknya diberi ruang terhormat. Dunia internasional harus bersikap tegas,” tutup Kholid. (egha)

