24 C
Makassar
3 February 2026, 4:56 AM WITA

Pemerintah Soroti Banjir dan Longsor di Cisarua, Dorong Penanganan Terintegrasi dari Hulu ke Hilir

Overview:

  • Pemerintah menyatakan duka cita atas banjir dan longsor di Cisarua, Bandung Barat, serta menegaskan perlunya antisipasi dampak perubahan iklim.
  • Koordinasi lintas kementerian terkait pembentukan tim penanganan banjir di Pulau Jawa telah berjalan dan akan disatukan dalam kerangka terintegrasi.
  • Pemerintah menyoroti gangguan infrastruktur transportasi, termasuk 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Jawa.

SulawesiPos.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah memberi perhatian serius terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Bandung Barat.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan penting akan perlunya langkah pencegahan yang lebih sistematis menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo usai menghadiri Rapat Kerja Sama Komisi XIII di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa atas korban yang ditimbulkan akibat longsor tersebut.

“Kami juga sekali lagi turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir,” ujar Prasetyo, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: 
Mantan Menteri ESDM Puji Ide Desentralisasi Politik Partai Gema Bangsa

Terkait rencana pembentukan tim khusus penanganan banjir di Pulau Jawa, Prasetyo menjelaskan bahwa proses koordinasi lintas kementerian telah berlangsung.

Bahkan, sejumlah pertemuan awal telah dilakukan meski masih bersifat informal.

Ia menekankan bahwa pembentukan tim tersebut tidak dimulai dari awal, karena beberapa kementerian sebelumnya telah memiliki konsep dan rancangan masing-masing dalam upaya penanggulangan banjir.

Pemerintah kini berupaya menyatukan berbagai rencana tersebut dalam satu pendekatan terpadu.

“Di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik lah, dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Overview:

  • Pemerintah menyatakan duka cita atas banjir dan longsor di Cisarua, Bandung Barat, serta menegaskan perlunya antisipasi dampak perubahan iklim.
  • Koordinasi lintas kementerian terkait pembentukan tim penanganan banjir di Pulau Jawa telah berjalan dan akan disatukan dalam kerangka terintegrasi.
  • Pemerintah menyoroti gangguan infrastruktur transportasi, termasuk 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Jawa.

SulawesiPos.com – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa pemerintah memberi perhatian serius terhadap bencana banjir dan longsor yang terjadi di wilayah Cisarua, Bandung Barat.

Ia menegaskan, peristiwa tersebut menjadi peringatan penting akan perlunya langkah pencegahan yang lebih sistematis menghadapi perubahan iklim dan cuaca ekstrem.

Pernyataan itu disampaikan Prasetyo usai menghadiri Rapat Kerja Sama Komisi XIII di Kompleks Parlemen DPR/MPR RI, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Ia menyampaikan belasungkawa atas korban yang ditimbulkan akibat longsor tersebut.

“Kami juga sekali lagi turut berduka cita kembali terjadi longsor di Cisarua, Bandung Barat yang menyebabkan jatuh korban. Ini juga bagian dari yang ke depan kita diminta bagaimana mengantisipasi perubahan iklim, perubahan cuaca, termasuk mengedukasi kepada masyarakat, early warning system dari hulu sampai ke hilir,” ujar Prasetyo, Senin (26/1/2026).

Baca Juga: 
Evakuasi Dini Dilakukan Meski Jalan Masih Bisa Dilalui di Katimbang

Terkait rencana pembentukan tim khusus penanganan banjir di Pulau Jawa, Prasetyo menjelaskan bahwa proses koordinasi lintas kementerian telah berlangsung.

Bahkan, sejumlah pertemuan awal telah dilakukan meski masih bersifat informal.

Ia menekankan bahwa pembentukan tim tersebut tidak dimulai dari awal, karena beberapa kementerian sebelumnya telah memiliki konsep dan rancangan masing-masing dalam upaya penanggulangan banjir.

Pemerintah kini berupaya menyatukan berbagai rencana tersebut dalam satu pendekatan terpadu.

“Di beberapa kementerian itu sudah ada rencana-rencana atau desain-desain untuk mencari penyelesaian secara terintegralistik lah, dari hulu ke hilir,” jelasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/