Selain aspek kebencanaan, pemerintah juga memberi perhatian pada dampak banjir dan longsor terhadap infrastruktur transportasi.
Prasetyo mengungkapkan bahwa terdapat 16 titik rawan genangan di jalur kereta api wilayah utara Pulau Jawa yang kerap terendam saat curah hujan tinggi.
Kondisi tersebut dinilai berulang kali mengganggu pelayanan transportasi publik, khususnya bagi masyarakat pengguna kereta api.
Karena itu, pemerintah mendorong agar penanganan banjir dan dampaknya terhadap infrastruktur dilakukan secara menyeluruh dan terintegrasi.
“Jadi ada 16 titik di utara Jawa jalur kereta api yang setiap curah hujan tinggi, dia akan tergenang dan mengganggu layanan masyarakat kita yang menggunakan transportasi kereta api. Jadi pengin nya ini bisa terintegralistik gitu,” imbuh Prasetyo.

