Menurutnya, tahapan seleksi berlangsung jauh lebih ketat dibandingkan periode sebelumnya.
“Tesnya lebih berat. Mulai dari tes psikologi hingga berbagai tahapan penilaian lainnya. Intinya, seleksi kali ini sangat ketat,” ungkapnya.
Azhar juga menekankan bahwa mekanisme UKK tidak hanya diterapkan kepada calon ketua DPW, tetapi juga diikuti oleh sejumlah pengurus pusat.
Bahkan, salah satu tokoh penting DPP PKB, Gus Abdul Halim turut menjalani tahapan uji kelayakan tersebut. Hal ini, kata Azhar, menunjukkan komitmen PKB terhadap prinsip meritokrasi dan profesionalisme.
Pada tahap awal, terdapat beberapa nama yang diusulkan sebagai calon Ketua DPW PKB Sulsel.
Namun, setelah seluruh proses UKK di tingkat pusat dijalankan, hanya Azhar Arsyad yang dinyatakan lolos hingga tahap akhir dan ditetapkan sebagai calon tunggal.
“Saat UKK di pusat, hanya saya yang melanjutkan ke tahap berikutnya. Karena itu Sulsel akhirnya memiliki calon tunggal,” jelasnya.
Sosialisasi kepengurusan DPW PKB Sulsel yang digelar secara daring turut dihadiri sejumlah tokoh strategis PKB Sulsel dari unsur legislatif dan struktural partai.
Kehadiran mereka mencerminkan soliditas dan dukungan terhadap kepemimpinan Azhar.
Sejumlah tokoh yang hadir di antaranya Anggota DPR RI Fraksi PKB Syamsu Rizal MI, Ketua DPC PKB Kota Makassar yang juga Wakil Ketua DPRD Sulsel Fauzi Andi Wawo, Ketua Fraksi PKB DPRD Sulsel Zulfikar Limolang, serta anggota DPRD Sulsel Fraksi PKB.

