Rofiq menilai kondisi nepotisme di Indonesia saat ini sudah berada pada tahap kronis dan sangat menghambat akses anak bangsa yang berprestasi namun tidak memiliki relasi kekuasaan.
“Semua anak bangsa harus diberikan kesempatan yang sama, walaupun memang sudah dalam kondisi yang sangat kronis nepotisme di bangsa ini,” ujar Rofiq.
Ia menegaskan bahwa prinsip utama Partai Gema Bangsa adalah anti-keterbukaan terhadap segala bentuk dominasi kelompok atau relasi keluarga tertentu dalam jabatan publik.
Sebagai partai yang baru mendeklarasikan diri, Gema Bangsa berkomitmen untuk menerapkan asas keterbukaan dalam rekrutmen kepemimpinan, baik secara internal maupun untuk level nasional.
Rofiq berharap seluruh warga negara memperoleh kesempatan setara untuk menjadi pemimpin tanpa harus terjegal oleh tembok nepotisme.
“Rekrutmen kepemimpinan, baik di partai maupun di bangsa ini, harus memenuhi asas keterbukaan itu,” pungkasnya.
Melalui sikap tegas ini, Partai Gema Bangsa ingin memposisikan diri sebagai garda terdepan dalam menjaga transparansi dan keadilan politik menjelang kontestasi Pemilu dan Pilkada mendatang.

