Overview:
SulawesiPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tengah mendalami dugaan keterlibatan Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Barat, Ono Surono, dalam kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Kasus ini sebelumnya telah menjerat Bupati nonaktif Bekasi, Ade Kuswara Kunang. Ono diperiksa sebagai saksi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengungkapkan bahwa Ono diduga menerima aliran uang dari pihak swasta berinisial SRJ (Sarjan), yang kini telah berstatus tersangka.
“Diduga diberikan oleh saudara SRJ yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara suap ijon proyek di Bekasi,” ujar Budi.
KPK menduga penerimaan uang oleh Ono Surono tidak hanya terjadi satu kali.
Saat ini, penyidik masih menghitung total nominal dan menelusuri kemungkinan adanya aliran dana lain dari para tersangka lainnya.
Fokus utama penyidikan adalah untuk melihat sejauh mana aliran dana suap ini menyebar ke pihak-pihak terkait.
“Untuk jumlah nanti kami akan update lagi karena memang ini masih akan terus didalami,” tambah Budi.
Pemeriksaan intensif terus dilakukan guna memperjelas konstruksi perkara suap ijon proyek yang merugikan tata kelola pemerintahan di Kabupaten Bekasi tersebut.
Usai menjalani pemeriksaan, Ono Surono membenarkan bahwa dirinya dicecar banyak pertanyaan mengenai aliran uang suap.
Namun, ia enggan merinci nominal maupun teknis penerimaan tersebut kepada media.
“Ada beberapa lah yang ditanyakan. Iya (dicecar soal aliran uang),” ucap Ono singkat.
Ono juga menjelaskan bahwa penyidik menanyakan tugas dan fungsinya sebagai Ketua DPD PDIP Jawa Barat.
Hal ini dikaitkan dengan status Ade Kuswara Kunang yang merupakan kader PDIP sekaligus Ketua DPC PDIP Kabupaten Bekasi.
Ono meminta awak media untuk menanyakan detail materi pemeriksaan lebih lanjut kepada penyidik KPK.
Ono Surono adalah tokoh sentral PDIP di Jawa Barat yang baru saja terpilih kembali secara aklamasi sebagai Ketua DPD periode 2025–2030.
Pria kelahiran Indramayu, 24 Agustus 1974 ini memiliki latar belakang politik yang kuat dari keluarganya.
Sebelum terjun penuh ke politik daerah, ia menempuh pendidikan di Universitas Trisakti dan Cirebon College of Technology.
Selama kariernya, Ono dikenal vokal dalam memperjuangkan isu pembangunan di wilayah pesisir dan pedesaan.
Kini, reputasi politiknya sedang diuji di tengah penyidikan kasus korupsi yang menyeret rekan separtainya di Bekasi.
KPK berkomitmen untuk terus bersikap objektif dalam mengungkap kebenaran di balik dugaan aliran dana ini.