“Dengan kondisi keamanan global yang kurang kondusif saat ini, sudah sepatutnya kita mengintensifkan keamanan laut kita, guna mengantisipasi gangguan pada rantai pasok negara kita,” sambungnya.
Langkah diplomasi saat ini dipusatkan melalui KBRI Yaounde yang bekerja untuk melakukan verifikasi kondisi kesehatan awak kapal yang selamat sekaligus membuka jalur negosiasi dengan otoritas Gabon guna melacak titik koordinat para penyandera.
Selain fokus pada misi penyelamatan, pemerintah juga memberikan jaminan bahwa seluruh hak ketenagakerjaan bagi para ABK yang terdampak, termasuk kompensasi bagi keluarga di tanah air, akan tetap dikawal secara hukum demi menjamin kepastian nasib para pahlawan devisa tersebut.
“Kemlu dan KBRI Yaounde akan terus memantau perkembangan situasi dan melakukan penanganan kasus ini,” tutup Heni Hamidah, memastikan bahwa negara akan menggunakan segala instrumen diplomasi internasional untuk membawa pulang para korban dengan selamat.

