27 C
Makassar
18 January 2026, 17:37 PM WITA

Survei LSI Denny JA: 66,1 Persen Publik Tolak Pilkada Lewat DPRD, Gen Z Jadi Kelompok Paling Keras Melawan

Overview

  • Lembaga Survei LSI Denny JA merilis survei publik terhadap mekanisme Pilkada lewat DPRD dan Pilkada langsung
  • 66,1 persen menolak Pilkada lewat DPRD dan terjadi secara merata di berbagai lapisan masyarakat
  • Gen Z paling keras menentang wacana tersebut yang menandakan kesadaran sikap politik generasi muda

SulawesiPos.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan terbaru yang menunjukkan penolakan masif masyarakat terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD.

Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan pada Rabu (7/1/2026), mayoritas rakyat Indonesia masih menginginkan hak pilih langsung tetap dipertahankan.

Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengungkapkan bahwa sebanyak 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap wacana Pilkada tidak langsung tersebut.

Sebaliknya, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan dukungannya terhadap pemilihan melalui legislatif daerah.

“Dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” ujar Ardian saat memaparkan hasil survei di Jakarta.

Baca Juga: 
MUI: Pilkada Melalui DPRD Relevan untuk Tekan Politik Uang dan Biaya Tinggi

Penolakan terhadap perubahan sistem Pilkada ini terpantau terjadi secara merata di berbagai lapisan masyarakat.

Ardian menjelaskan bahwa isu ini bukan hanya menjadi keresahan masyarakat perkotaan, melainkan juga masyarakat di perdesaan.

Berdasarkan data gender, baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan sikap serupa dalam menolak penghapusan Pilkada langsung.

“Baik yang di desa maupun yang di kota pun menolak. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat desa juga,” jelas Ardian.

Analisis mendalam LSI Denny JA juga menyentuh aspek ekonomi.

Overview

  • Lembaga Survei LSI Denny JA merilis survei publik terhadap mekanisme Pilkada lewat DPRD dan Pilkada langsung
  • 66,1 persen menolak Pilkada lewat DPRD dan terjadi secara merata di berbagai lapisan masyarakat
  • Gen Z paling keras menentang wacana tersebut yang menandakan kesadaran sikap politik generasi muda

SulawesiPos.com – Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis temuan terbaru yang menunjukkan penolakan masif masyarakat terhadap wacana pengembalian mekanisme Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) ke tangan DPRD.

Berdasarkan hasil survei yang dipaparkan pada Rabu (7/1/2026), mayoritas rakyat Indonesia masih menginginkan hak pilih langsung tetap dipertahankan.

Peneliti Senior LSI Denny JA, Ardian Sopa, mengungkapkan bahwa sebanyak 66,1 persen responden menyatakan tidak setuju terhadap wacana Pilkada tidak langsung tersebut.

Sebaliknya, hanya 28,6 persen responden yang menyatakan dukungannya terhadap pemilihan melalui legislatif daerah.

“Dari data ini kita bisa lihat bahwa di atas 65 persen menolak Pilkada DPRD. Angka ini bukan angka yang kecil, tetapi merupakan angka yang masif juga sistemik,” ujar Ardian saat memaparkan hasil survei di Jakarta.

Baca Juga: 
PDIP Tegaskan Tetap Dukung Pilkada Langsung

Penolakan terhadap perubahan sistem Pilkada ini terpantau terjadi secara merata di berbagai lapisan masyarakat.

Ardian menjelaskan bahwa isu ini bukan hanya menjadi keresahan masyarakat perkotaan, melainkan juga masyarakat di perdesaan.

Berdasarkan data gender, baik laki-laki maupun perempuan menunjukkan sikap serupa dalam menolak penghapusan Pilkada langsung.

“Baik yang di desa maupun yang di kota pun menolak. Isu ini tidak hanya milik masyarakat di perkotaan, tapi masyarakat desa juga,” jelas Ardian.

Analisis mendalam LSI Denny JA juga menyentuh aspek ekonomi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/