Menanggapi kemungkinan penguatan koalisi pemerintah jika sistem Pilkada tidak langsung disahkan, PDIP menyatakan tidak khawatir akan potensi isolasi politik di tingkat daerah.
Deddy menegaskan bahwa prinsip demokrasi jauh lebih berharga daripada sekadar bagi-bagi kekuasaan di tingkat elite.
“Mereka pasti berharap kami ikut masuk. Namun, kami tidak mungkin meninggalkan rakyat,” ujarnya.
Deddy mengingatkan bahwa Indonesia memiliki rekam jejak sejarah saat kepala daerah dipilih oleh DPRD, namun sistem tersebut akhirnya ditinggalkan setelah melalui proses evaluasi panjang karena dianggap menjauhkan rakyat dari pemimpinnya.
Menurutnya, alasan-alasan yang diajukan untuk kembali ke sistem lama sangat lemah dan mudah dibantah secara logis maupun akademis.
“Kita sudah pernah mengalami pemilihan oleh DPRD dan kita buang itu. Alasan untuk kembali ke sana itu sangat mudah dibantah dan tidak cukup kuat,” pungkas Deddy, menutup pernyataan dengan penegasan bahwa PDIP akan tetap pada pendirian Pilkada langsung.

