Prasetyo menjelaskan bahwa penunjukan Tito Karnavian sebagai komandan bukan tanpa pertimbangan matang.
Skala bencana yang mencakup tiga provinsi sekaligus menuntut adanya kepemimpinan yang memiliki jalur komando kuat terhadap pemerintah daerah.
“Pertimbangannya karena bencana kali ini terdampak di tiga provinsi yang cukup luas. Dalam kapasitas beliau sebagai Menteri Dalam Negeri, Bapak Presiden meyakini koordinasi dengan pemerintah daerah dapat dilakukan dengan lebih baik di bawah Pak Mendagri,” jelas Prasetyo.
Satgas ini mengemban mandat utama untuk mempercepat proses rehabilitasi infrastruktur publik dan rekonstruksi hunian warga yang rusak akibat bencana hidrometeorologi di wilayah Sumatra.
Dengan adanya Satgas khusus ini, jalur birokrasi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat dioptimalkan, sehingga bantuan dan proses pembangunan kembali dapat dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak dalam waktu singkat. (amh)

