24 C
Makassar
18 January 2026, 20:49 PM WITA

Perayaan Natal Nasional 2025, Prabowo Tekankan Persatuan dan Kerja Sama

Ia menjamin bahwa program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), akan disalurkan secara merata tanpa melihat daerah tersebut secara diskriminatif.

“Apakah MBG tidak sampai Sumatera Barat karena saya kalah di sana? Berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Tidak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Saya kalah juga di Aceh. Tidak,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Baginya, pemenuhan gizi anak-anak bangsa adalah kewajiban konstitusional yang tidak boleh tersandera oleh kalkulasi politik praktis.

Dalam pidato ini ia juga dengan tegas menyatakan tentang kepemimpinan yang tidak lagi mengenal warna partai atau dendam masa lalu.

Ia menegaskan sejak dilantik ia tidak lagi mewakili satu partai atau golongan tertentu.

“Karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Prabowo juga berbagi refleksi mengenai perjalanan politiknya yang panjang dan penuh liku.

Ia menceritakan pengalamannya menelan kekalahan dalam beberapa kali pemilihan presiden sebagai pelajaran tentang keikhlasan dan keteguhan hati.

Baca Juga: 
Pengamat Politik: Tahun 2026 Jadi Momentum Prabowo Keluar dari Bayang-bayang Rezim Lama

“Aku kalah pilpres beberapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati. Tidak boleh dendam. Tidak boleh benci. Dan itu saya, saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu,” tuturnya.

Prabowo dalam pidatonya juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa terus menggalang persatuan, saling menghormati, dan saling menjaga, demi memastikan Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan global. (amh)

Ia menjamin bahwa program pemerintah, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), akan disalurkan secara merata tanpa melihat daerah tersebut secara diskriminatif.

“Apakah MBG tidak sampai Sumatera Barat karena saya kalah di sana? Berarti MBG jangan ke Sumatera Barat? Tidak ada itu. Apa saya larang MBG ke Aceh? Saya kalah juga di Aceh. Tidak,” ujarnya disambut riuh tepuk tangan hadirin.

Baginya, pemenuhan gizi anak-anak bangsa adalah kewajiban konstitusional yang tidak boleh tersandera oleh kalkulasi politik praktis.

Dalam pidato ini ia juga dengan tegas menyatakan tentang kepemimpinan yang tidak lagi mengenal warna partai atau dendam masa lalu.

Ia menegaskan sejak dilantik ia tidak lagi mewakili satu partai atau golongan tertentu.

“Karena sekarang saya bukan milik satu partai, saya sekarang milik seluruh bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Prabowo juga berbagi refleksi mengenai perjalanan politiknya yang panjang dan penuh liku.

Ia menceritakan pengalamannya menelan kekalahan dalam beberapa kali pemilihan presiden sebagai pelajaran tentang keikhlasan dan keteguhan hati.

Baca Juga: 
Megawati Tegaskan PDIP Sebagai Partai Penyeimbang, Bukan di Posisi Abu-Abu

“Aku kalah pilpres beberapa kali itu, sudah lupa. Tapi tidak ada masalah. Tidak boleh kita sakit hati. Tidak boleh dendam. Tidak boleh benci. Dan itu saya, saya berusaha untuk teguh pada pendirian itu,” tuturnya.

Prabowo dalam pidatonya juga menyerukan agar seluruh elemen bangsa terus menggalang persatuan, saling menghormati, dan saling menjaga, demi memastikan Indonesia tetap kokoh di tengah tantangan global. (amh)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/