SulawesiPos.com – Bagi pengemudi yang baru pertama kali masuk tol di Makassar, ada beberapa hal yang perlu disiapkan sebelum berangkat, mulai dari menentukan akses sesuai tujuan, memeriksa kondisi mobil, hingga memastikan saldo uang elektronik mencukupi.
Jaringan tol Makassar mencakup Tol Ujung Pandang, Tol Layang A.P. Pettarani, dan Tol Makassar Seksi IV yang memiliki akses berbeda sesuai arah perjalanan.
Tentukan Rute dan Periksa Kondisi Mobil
Sebelum berangkat, pengemudi perlu mengenali ruas yang akan dilalui agar tidak keliru memilih akses ketika mendekati gerbang atau percabangan.
Tol Layang A.P. Pettarani membentang dari kawasan simpang Jalan Urip Sumoharjo, melewati Boulevard dan Hertasning, hingga berakhir sebelum simpang Jalan Sultan Alauddin.
Ruas tersebut memiliki akses ramp Boulevard dan Alauddin, sedangkan Tol Makassar Seksi IV terhubung ke arah kawasan Bandara Sultan Hasanuddin.
Masukkan tujuan akhir ke aplikasi navigasi sebelum memulai perjalanan, lalu perhatikan papan petunjuk di sepanjang ruas karena arahan menuju gerbang keluar perlu disesuaikan dengan tujuan.
Setelah rute dipahami, periksa tekanan ban sesuai rekomendasi pada label kendaraan atau buku manual, kondisi tapak ban, dan kesiapan ban serep sebelum mobil digunakan.
Kondisi rem juga perlu dipastikan baik, disertai pemeriksaan lampu utama, lampu rem, lampu sein, dan wiper agar kendaraan siap menghadapi perubahan lalu lintas maupun cuaca.
Perhatikan indikator pada dasbor serta kecukupan bahan bakar sebelum masuk tol, sehingga masalah yang membutuhkan pemeriksaan dapat ditangani sebelum perjalanan dimulai.
Siapkan Pembayaran dan Pahami Aturan di Tol
Pembayaran tol Makassar menggunakan uang elektronik, jadi siapkan kartu dan periksa saldonya sebelum mendekati gerbang agar transaksi berjalan lancar.
Besaran tarif bergantung pada ruas, gerbang, dan golongan kendaraan, sehingga informasi terbaru sebaiknya diperiksa melalui kanal resmi pengelola atau aplikasi NITA sebelum perjalanan.
Begitu memasuki jalan tol, ikuti rambu arah dan batas kecepatan yang terpasang serta jaga jarak dengan kendaraan di depan agar tersedia waktu untuk merespons perubahan lalu lintas.
Lajur kanan digunakan oleh kendaraan yang bergerak lebih cepat daripada kendaraan di lajur sebelah kiri sesuai batas kecepatan yang berlaku, sehingga pengemudi perlu menyesuaikan posisi dengan arus kendaraan.
Ketika hendak berpindah lajur atau mendekati gerbang keluar, periksa spion, nyalakan lampu sein, dan ikuti petunjuk arah tanpa melakukan manuver mendadak.
Jika gerbang keluar terlewat, lanjutkan perjalanan hingga menemukan akses berikutnya untuk menyesuaikan rute, alih-alih berhenti atau mencoba mundur di dalam jalan tol.
Bahu jalan hanya digunakan untuk keadaan darurat dan kendaraan yang berhenti darurat, bukan sebagai tempat beristirahat atau menaikkan maupun menurunkan penumpang.
Apabila mobil mengalami gangguan, kurangi kecepatan secara bertahap dan arahkan kendaraan ke bahu jalan jika situasi memungkinkan, kemudian nyalakan lampu hazard serta gunakan segitiga pengaman sesuai ketentuan dan kondisi lokasi.
Untuk meminta bantuan, pengemudi dapat menggunakan kanal layanan pengelola tol atau aplikasi NITA, sehingga informasi kontak bantuan sebaiknya sudah disiapkan sebelum memasuki ruas tol.
Persiapan rute, kondisi kendaraan, saldo pembayaran, dan pemahaman aturan dasar membantu pengemudi menjalani perjalanan di tol Makassar dengan lebih terarah sejak masuk gerbang hingga mencapai tujuan.


