Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menilai, Indonesia memiliki modal besar untuk memperkuat posisi di pasar global karena merupakan salah satu produsen sawit utama dunia.
Namun, menurut dia, kekuatan produksi tersebut perlu diikuti dengan pengembangan industri hilir agar nilai tambah tidak berhenti di sektor perdagangan bahan mentah.
“Indonesia ini salah satu produsen sawit terbesar dunia. Ini kekuatan kita. Jangan hanya ekspor bahan mentah, tetapi kita dorong hilirisasi supaya nilai tambahnya semakin besar,” ujar Amran.
Pemerintah juga mendorong peningkatan produktivitas di sektor hulu melalui peremajaan tanaman, penggunaan benih unggul, serta penguatan produksi.
Upaya tersebut kemudian dihubungkan dengan pengembangan industri pengolahan di sektor hilir.
Mentan Amran menekankan manfaat dari peningkatan nilai tambah tersebut harus dapat dirasakan petani dan pekebun.
“Yang paling penting adalah bagaimana nilai tambah itu kembali kepada petani dan pekebun. Produktivitas kita tingkatkan, kemudian hilirisasi kita dorong. Jadi dari hulu sampai hilir harus kuat,” katanya.
Menurut Amran, penguatan rantai produksi dari hulu hingga hilir dibutuhkan agar Indonesia mempertahankan posisi sebagai produsen serta semakin kompetitif dalam mengekspor produk pertanian bernilai tambah.
“Pertanian harus menghasilkan, harus memberikan nilai tambah. Kita ingin produk pertanian Indonesia semakin banyak masuk pasar dunia dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi petani,” tegasnya.

