Kondisi tersebut turut terlihat pada sektor tanaman pangan. NTP tanaman pangan naik 1,62 persen, dengan indeks harga yang diterima petani meningkat 1,66 persen.
Harga padi naik 1,77 persen, sedangkan komoditas palawija seperti jagung dan ketela pohon meningkat 1,42 persen.
Secara kumulatif, NTP nasional periode Januari-Agustus 2026 juga tercatat 3,18 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, pemerintah terus berupaya memastikan peningkatan produksi diikuti dengan membaiknya nilai ekonomi hasil pertanian.
“Kita ingin petani semakin sejahtera,” tegas Mentan Amran.
Menurutnya, peningkatan produktivitas perlu dibarengi dengan perluasan akses pasar, harga yang menguntungkan petani, serta pengendalian biaya produksi.

