ChatGPT Jadi Mesin Pencari Raksasa di Eropa, Prof Indrabayu: Terlalu Besar untuk Disebut Chatbot

SulawesiPos.com – Pakar kecerdasan buatan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Indrabayu, S.T., M.T., M.Bus.Sys., IPM., ASEAN Eng., menilai keputusan Komisi Eropa menetapkan ChatGPT sebagai Very Large Online Search Engine pada Senin (31/8/2026), sebagai konsekuensi logis atas pengaruhnya terhadap informasi yang diterima masyarakat setelah fungsi pencarian layanan AI tersebut digunakan sekitar 159 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa.

“Eropa akhirnya mengatakan kepada ChatGPT, ‘Bro, kamu sudah terlalu besar untuk cuma disebut chatbot,’ karena makin banyak manusia bertanya kepada AI, makin besar pula tanggung jawab AI terhadap informasi yang mereka terima,” kata Prof. Indrabayu ketika dihubungi jurnalis SulawesiPos.com pada Selasa (1/9/2026).

Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Komisi Eropa pada 31 Agustus 2026 dan diberitakan AFP melalui The Straits Times pada 1 September 2026, serta diperkuat laporan Politico Europe dan Euronews yang terbit pada 31 Agustus 2026.

Komisi Eropa menetapkan ChatGPT sebagai Very Large Online Search Engine atau VLOSE karena layanan pencarian internetnya telah melampaui ambang 45 juta pengguna aktif bulanan, sehingga OpenAI wajib memenuhi aturan tambahan mengenai keselamatan, transparansi, audit, dan mitigasi risiko sistemik berdasarkan Digital Services Act atau DSA paling lambat Januari 2027.

Dalam keputusan yang sama, Reddit dan Roblox ditetapkan sebagai Very Large Online Platforms atau VLOP karena kedua layanan tersebut memungkinkan pengguna membuat, menyebarkan, dan berinteraksi dengan konten publik dalam skala sangat besar.

“ChatGPT, Reddit, dan Roblox kini akan dimintai standar pengawasan serta akuntabilitas yang lebih tinggi di Uni Eropa, sejalan dengan besarnya pengaruh mereka terhadap warga dan masyarakat,” kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen.

Penetapan VLOSE dan VLOP berlaku bagi layanan digital yang memiliki sedikitnya 45 juta pengguna aktif bulanan di 27 negara anggota Uni Eropa, jumlah yang setara dengan sekitar 10 persen populasi blok tersebut.

ChatGPT dilaporkan memiliki sekitar 159 juta pengguna aktif bulanan untuk fungsi pencariannya di Uni Eropa selama periode enam bulan yang berakhir pada Maret 2026, atau lebih dari tiga kali lipat ambang minimum DSA.

Sementara itu, Reddit melaporkan sekitar 57,2 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa, sedangkan Roblox mencatat sekitar 46,6 juta pengguna dan berada sedikit di atas batas yang memicu pengawasan khusus.

“With Great Users Comes Great Regulation”

Prof. Indrabayu menilai industri AI selama ini berlomba menciptakan mesin yang semakin pintar, tetapi ketika teknologi tersebut benar-benar digunakan secara massal, regulator harus memastikan kecanggihannya tidak menimbulkan risiko sosial yang lebih besar.

BACA JUGA:  Unhas dan Iran Bangun Aliansi Teknologi Strategis, Kolaborasi Drone dan Alat Kesehatan Segera Masuki Tahap Implementasi

“Begitu AI benar-benar pintar dan dipakai secara massal, regulator datang membawa pekerjaan rumah baru berupa audit, transparansi, penanganan disinformasi, perlindungan anak, integritas pemilu, hingga kesehatan mental,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan semacam itu sangat masuk akal dalam perspektif tata kelola teknologi karena skala penggunaan dapat mengubah kesalahan algoritma yang awalnya bersifat teknis menjadi persoalan sosial yang berdampak luas.

“Kesalahan algoritma pada seribu pengguna mungkin masih dipandang sebagai masalah teknis, tetapi ketika terjadi pada ratusan juta pengguna, kesalahan itu dapat naik kelas menjadi masalah sosial,” jelasnya.

Ia merangkum besarnya hubungan antara jumlah pengguna dan tanggung jawab teknologi melalui ungkapan bernada humor, “With great users comes great regulation,” yang merupakan pelesetan dari ungkapan populer dalam kisah Spider-Man, “With great power comes great responsibility.”

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kewajiban hukum terhadap AI tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh luasnya jangkauan, kekuatan algoritma, dan besarnya pengaruh sistem tersebut terhadap kehidupan manusia.

Chatbot Resmi Dipandang sebagai Mesin Pencari

Komisi Eropa menggolongkan ChatGPT sebagai layanan hibrida yang memenuhi definisi mesin pencari daring karena sistem AI tersebut bukan hanya menanggapi pertanyaan berdasarkan model bahasa, tetapi juga dapat mencari, mengolah, merangkum, dan menyajikan informasi dari internet.

Penafsiran itu menjadi perkembangan penting dalam hukum digital karena chatbot generatif tidak lagi dipandang sekadar sebagai perangkat percakapan, melainkan juga sebagai pintu masuk masyarakat menuju informasi daring.

Status VLOSE diterapkan terutama terhadap fungsi pencarian ChatGPT, sehingga penetapan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh keluaran model AI diperlakukan sama dengan hasil mesin pencari konvensional.

Namun, kemampuan ChatGPT menyajikan jawaban langsung membuat pengaruhnya berpotensi lebih kuat daripada mesin pencari tradisional karena pengguna dapat menerima kesimpulan yang telah dirangkum tanpa terlebih dahulu membuka dan membandingkan berbagai sumber.

Prof. Indrabayu mengatakan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi menjadi salah satu alasan utama mengapa regulator mulai menempatkan chatbot AI di bawah pengawasan yang lebih ketat.

“Yang paling menarik adalah AI mulai mengubah pintu masuk manusia menuju informasi karena dahulu kita mengatakan, ‘Google dulu,’ tetapi sekarang mulai bergeser menjadi, ‘Tanya AI dulu,’” katanya.

Menurut dia, ketika chatbot mulai menentukan informasi pertama yang dibaca dan dipercaya masyarakat, tanggung jawab terhadap akurasi, sumber, keberimbangan, dan kemungkinan bias algoritma menjadi semakin besar.

BACA JUGA:  Indonesia Pengguna ChatGPT Terbesar Kelima Dunia, OpenAI Masuk Daftar Pemungut PPN

“Kalau chatbot sudah ikut menentukan informasi apa yang pertama kali kita baca dan percaya, regulator tentu ikut berada di sana untuk memastikan pengaruh tersebut dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Keputusan Uni Eropa ini juga dapat menjadi preseden yang memengaruhi cara berbagai negara menilai sistem AI generatif besar yang memadukan percakapan, pencarian web, peringkasan, rekomendasi, dan penyajian jawaban langsung.

Lena-Maria Boswald dari lembaga pemikir teknologi Jerman, Interface, menilai langkah tersebut berpotensi membentuk ekspektasi regulasi terhadap seluruh sistem AI generatif berskala besar yang digunakan di Uni Eropa.

OpenAI menyatakan bahwa ChatGPT Search beroperasi sebagai layanan pencarian berdasarkan DSA dan perusahaan sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan tambahan yang menyertai status VLOSE.

Algoritma, Anak-Anak, Pemilu, dan Kesehatan Mental Diawasi

Dalam waktu empat bulan setelah menerima pemberitahuan resmi atau paling lambat Januari 2027, ChatGPT, Reddit, dan Roblox harus menilai serta mengurangi risiko sistemik yang muncul dari desain layanan, fungsi algoritma, dan pola penggunaannya oleh masyarakat.

Risiko yang wajib diperiksa mencakup penyebaran konten ilegal, disinformasi, manipulasi informasi, dampak buruk terhadap anak-anak, kesehatan fisik dan mental pengguna, hak-hak dasar, proses pemilu, wacana publik, serta keamanan masyarakat.

Bagi ChatGPT, kewajiban tersebut dapat mencakup penilaian terhadap kemungkinan sistem pencariannya menyajikan informasi keliru, memperkuat sumber yang tidak tepercaya, memengaruhi proses politik, atau menghasilkan jawaban yang membahayakan pengguna rentan.

DSA tidak menentukan sendiri informasi yang dianggap ilegal karena status suatu konten tetap merujuk pada peraturan Uni Eropa atau hukum nasional negara anggota, sedangkan DSA menyediakan kerangka untuk mendeteksi, melaporkan, menilai, dan menanganinya.

Layanan berstatus VLOSE dan VLOP juga diwajibkan menjalani audit independen, menerbitkan laporan transparansi, menyediakan data tertentu kepada regulator dan peneliti yang memenuhi syarat, serta menjelaskan sistem rekomendasi atau algoritma yang memengaruhi informasi pengguna.

Mereka juga harus menyediakan mekanisme respons krisis, ketentuan layanan yang mudah dipahami, repositori iklan yang dapat diperiksa publik, dan perlindungan lebih kuat bagi anak-anak serta kelompok pengguna rentan.

Komisi Eropa memperoleh kewenangan untuk menyelidiki fungsi ChatGPT dan sistem terkait melalui permintaan informasi, wawancara, pemeriksaan teknis, dan tindakan penegakan apabila ditemukan pelanggaran.

Pengawasan ChatGPT dan Reddit akan dilakukan Komisi Eropa bersama Coimisiún na Meán selaku Koordinator Layanan Digital Irlandia, sedangkan pengawasan Roblox melibatkan Otoritas Konsumen dan Pasar Belanda sesuai tempat pendirian hukum masing-masing layanan.

ChatGPT Menghadapi Dua “Mata Kuliah Berat”

Prof. Indrabayu menggambarkan posisi ChatGPT saat ini seperti mahasiswa yang harus mengambil dua mata kuliah berat sekaligus karena layanan tersebut berada dalam cakupan AI Act dan DSA dengan fokus pengawasan yang berbeda.

BACA JUGA:  Lima Profesor Unhas Perkuat Kontribusi Ilmu Pengetahuan Lewat Beragam Riset

“ChatGPT seperti mahasiswa yang mengambil dua mata kuliah killer sekaligus karena AI Act mengawasi bagaimana sistem AI dikembangkan dan risikonya dikelola, sedangkan DSA mengawasi dampaknya sebagai layanan digital raksasa,” katanya.

AI Act berfokus pada pengembangan, penyediaan, dan penggunaan sistem kecerdasan buatan berdasarkan tingkat risikonya, sementara DSA menitikberatkan tanggung jawab layanan digital terhadap konten ilegal, algoritma, perlindungan pengguna, transparansi, dan risiko sosial.

Karena ChatGPT menyediakan teknologi AI sekaligus fungsi pencarian daring berskala sangat besar, OpenAI dapat menghadapi kewajiban manajemen risiko berdasarkan AI Act dan pengawasan terhadap layanan digitalnya melalui DSA secara bersamaan.

“AI sekarang tidak cukup hanya akurat dan canggih, tetapi juga harus mampu menjelaskan risikonya serta mempertanggungjawabkan pengaruh yang ditimbulkannya,” ujar Prof. Indrabayu.

Pelaksanaan kedua aturan tersebut mencerminkan pendekatan Uni Eropa yang berusaha mempertahankan inovasi digital sekaligus memastikan teknologi berpengaruh besar tidak beroperasi tanpa pertanggungjawaban terhadap keselamatan, demokrasi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan masyarakat.

Hingga 31 Agustus 2026, Komisi Eropa telah menetapkan 28 platform dan mesin pencari sebagai layanan sangat besar berdasarkan DSA, termasuk sejumlah layanan milik Google, Apple, Microsoft, Meta, TikTok, Amazon, dan X.

Perusahaan yang terbukti melanggar DSA dapat dikenai denda hingga enam persen dari omzet global tahunannya, sedangkan pelanggaran serius dan berulang dapat berujung pada pembatasan sementara akses layanan di pasar Uni Eropa melalui mekanisme hukum.

Penetapan ChatGPT sebagai VLOSE bukan hukuman ataupun bukti bahwa OpenAI telah melakukan pelanggaran, melainkan klasifikasi berdasarkan jumlah pengguna dan besarnya dampak sistemik yang membawa kewajiban tambahan.

Bagi masyarakat, keputusan tersebut diharapkan menghadirkan perlindungan lebih kuat, transparansi lebih tinggi mengenai cara algoritma bekerja, mekanisme pengaduan yang jelas, dan pengawasan independen terhadap pengaruh AI dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Indrabayu menilai pesan Uni Eropa kepada industri AI sangat sederhana, yakni perusahaan tetap dipersilakan berinovasi, tetapi harus bersedia diawasi ketika teknologinya telah memengaruhi ratusan juta manusia.

“Silakan berinovasi, Bosku, tetapi kamera pengawas regulasinya sekarang sudah menyala, masih mauko?” tutup Prof. Indrabayu dengan gaya khas Makassar.

Keputusan tersebut menandai pergeseran besar dalam sejarah internet karena mesin pencari masa depan tidak lagi selalu hadir sebagai daftar tautan, melainkan dapat berbentuk chatbot yang merangkum informasi, menjawab pertanyaan, membentuk pemahaman, dan memengaruhi keputusan jutaan manusia. (Ali)

SulawesiPos.com – Pakar kecerdasan buatan Universitas Hasanuddin, Prof. Dr. Ir. Indrabayu, S.T., M.T., M.Bus.Sys., IPM., ASEAN Eng., menilai keputusan Komisi Eropa menetapkan ChatGPT sebagai Very Large Online Search Engine pada Senin (31/8/2026), sebagai konsekuensi logis atas pengaruhnya terhadap informasi yang diterima masyarakat setelah fungsi pencarian layanan AI tersebut digunakan sekitar 159 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa.

“Eropa akhirnya mengatakan kepada ChatGPT, ‘Bro, kamu sudah terlalu besar untuk cuma disebut chatbot,’ karena makin banyak manusia bertanya kepada AI, makin besar pula tanggung jawab AI terhadap informasi yang mereka terima,” kata Prof. Indrabayu ketika dihubungi jurnalis SulawesiPos.com pada Selasa (1/9/2026).

Keputusan tersebut diumumkan secara resmi oleh Komisi Eropa pada 31 Agustus 2026 dan diberitakan AFP melalui The Straits Times pada 1 September 2026, serta diperkuat laporan Politico Europe dan Euronews yang terbit pada 31 Agustus 2026.

Komisi Eropa menetapkan ChatGPT sebagai Very Large Online Search Engine atau VLOSE karena layanan pencarian internetnya telah melampaui ambang 45 juta pengguna aktif bulanan, sehingga OpenAI wajib memenuhi aturan tambahan mengenai keselamatan, transparansi, audit, dan mitigasi risiko sistemik berdasarkan Digital Services Act atau DSA paling lambat Januari 2027.

Dalam keputusan yang sama, Reddit dan Roblox ditetapkan sebagai Very Large Online Platforms atau VLOP karena kedua layanan tersebut memungkinkan pengguna membuat, menyebarkan, dan berinteraksi dengan konten publik dalam skala sangat besar.

“ChatGPT, Reddit, dan Roblox kini akan dimintai standar pengawasan serta akuntabilitas yang lebih tinggi di Uni Eropa, sejalan dengan besarnya pengaruh mereka terhadap warga dan masyarakat,” kata Wakil Presiden Eksekutif Komisi Eropa untuk Kedaulatan Teknologi, Keamanan, dan Demokrasi, Henna Virkkunen.

Penetapan VLOSE dan VLOP berlaku bagi layanan digital yang memiliki sedikitnya 45 juta pengguna aktif bulanan di 27 negara anggota Uni Eropa, jumlah yang setara dengan sekitar 10 persen populasi blok tersebut.

ChatGPT dilaporkan memiliki sekitar 159 juta pengguna aktif bulanan untuk fungsi pencariannya di Uni Eropa selama periode enam bulan yang berakhir pada Maret 2026, atau lebih dari tiga kali lipat ambang minimum DSA.

Sementara itu, Reddit melaporkan sekitar 57,2 juta pengguna aktif bulanan di Uni Eropa, sedangkan Roblox mencatat sekitar 46,6 juta pengguna dan berada sedikit di atas batas yang memicu pengawasan khusus.

“With Great Users Comes Great Regulation”

Prof. Indrabayu menilai industri AI selama ini berlomba menciptakan mesin yang semakin pintar, tetapi ketika teknologi tersebut benar-benar digunakan secara massal, regulator harus memastikan kecanggihannya tidak menimbulkan risiko sosial yang lebih besar.

BACA JUGA:  Lima Profesor Unhas Perkuat Kontribusi Ilmu Pengetahuan Lewat Beragam Riset

“Begitu AI benar-benar pintar dan dipakai secara massal, regulator datang membawa pekerjaan rumah baru berupa audit, transparansi, penanganan disinformasi, perlindungan anak, integritas pemilu, hingga kesehatan mental,” ujarnya.

Menurut dia, pengawasan semacam itu sangat masuk akal dalam perspektif tata kelola teknologi karena skala penggunaan dapat mengubah kesalahan algoritma yang awalnya bersifat teknis menjadi persoalan sosial yang berdampak luas.

“Kesalahan algoritma pada seribu pengguna mungkin masih dipandang sebagai masalah teknis, tetapi ketika terjadi pada ratusan juta pengguna, kesalahan itu dapat naik kelas menjadi masalah sosial,” jelasnya.

Ia merangkum besarnya hubungan antara jumlah pengguna dan tanggung jawab teknologi melalui ungkapan bernada humor, “With great users comes great regulation,” yang merupakan pelesetan dari ungkapan populer dalam kisah Spider-Man, “With great power comes great responsibility.”

Pandangan tersebut menunjukkan bahwa kewajiban hukum terhadap AI tidak semata-mata ditentukan oleh kecanggihan teknologinya, tetapi juga oleh luasnya jangkauan, kekuatan algoritma, dan besarnya pengaruh sistem tersebut terhadap kehidupan manusia.

Chatbot Resmi Dipandang sebagai Mesin Pencari

Komisi Eropa menggolongkan ChatGPT sebagai layanan hibrida yang memenuhi definisi mesin pencari daring karena sistem AI tersebut bukan hanya menanggapi pertanyaan berdasarkan model bahasa, tetapi juga dapat mencari, mengolah, merangkum, dan menyajikan informasi dari internet.

Penafsiran itu menjadi perkembangan penting dalam hukum digital karena chatbot generatif tidak lagi dipandang sekadar sebagai perangkat percakapan, melainkan juga sebagai pintu masuk masyarakat menuju informasi daring.

Status VLOSE diterapkan terutama terhadap fungsi pencarian ChatGPT, sehingga penetapan tersebut tidak serta-merta berarti seluruh keluaran model AI diperlakukan sama dengan hasil mesin pencari konvensional.

Namun, kemampuan ChatGPT menyajikan jawaban langsung membuat pengaruhnya berpotensi lebih kuat daripada mesin pencari tradisional karena pengguna dapat menerima kesimpulan yang telah dirangkum tanpa terlebih dahulu membuka dan membandingkan berbagai sumber.

Prof. Indrabayu mengatakan perubahan perilaku masyarakat dalam mencari informasi menjadi salah satu alasan utama mengapa regulator mulai menempatkan chatbot AI di bawah pengawasan yang lebih ketat.

“Yang paling menarik adalah AI mulai mengubah pintu masuk manusia menuju informasi karena dahulu kita mengatakan, ‘Google dulu,’ tetapi sekarang mulai bergeser menjadi, ‘Tanya AI dulu,’” katanya.

Menurut dia, ketika chatbot mulai menentukan informasi pertama yang dibaca dan dipercaya masyarakat, tanggung jawab terhadap akurasi, sumber, keberimbangan, dan kemungkinan bias algoritma menjadi semakin besar.

BACA JUGA:  31 Spesies Baru Ditemukan di Laut Dalam Brasil, Samudra Kembali Ungkap Rahasia Kehidupan yang Belum Pernah Dikenal

“Kalau chatbot sudah ikut menentukan informasi apa yang pertama kali kita baca dan percaya, regulator tentu ikut berada di sana untuk memastikan pengaruh tersebut dapat dipertanggungjawabkan,” jelasnya.

Keputusan Uni Eropa ini juga dapat menjadi preseden yang memengaruhi cara berbagai negara menilai sistem AI generatif besar yang memadukan percakapan, pencarian web, peringkasan, rekomendasi, dan penyajian jawaban langsung.

Lena-Maria Boswald dari lembaga pemikir teknologi Jerman, Interface, menilai langkah tersebut berpotensi membentuk ekspektasi regulasi terhadap seluruh sistem AI generatif berskala besar yang digunakan di Uni Eropa.

OpenAI menyatakan bahwa ChatGPT Search beroperasi sebagai layanan pencarian berdasarkan DSA dan perusahaan sedang mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan tambahan yang menyertai status VLOSE.

Algoritma, Anak-Anak, Pemilu, dan Kesehatan Mental Diawasi

Dalam waktu empat bulan setelah menerima pemberitahuan resmi atau paling lambat Januari 2027, ChatGPT, Reddit, dan Roblox harus menilai serta mengurangi risiko sistemik yang muncul dari desain layanan, fungsi algoritma, dan pola penggunaannya oleh masyarakat.

Risiko yang wajib diperiksa mencakup penyebaran konten ilegal, disinformasi, manipulasi informasi, dampak buruk terhadap anak-anak, kesehatan fisik dan mental pengguna, hak-hak dasar, proses pemilu, wacana publik, serta keamanan masyarakat.

Bagi ChatGPT, kewajiban tersebut dapat mencakup penilaian terhadap kemungkinan sistem pencariannya menyajikan informasi keliru, memperkuat sumber yang tidak tepercaya, memengaruhi proses politik, atau menghasilkan jawaban yang membahayakan pengguna rentan.

DSA tidak menentukan sendiri informasi yang dianggap ilegal karena status suatu konten tetap merujuk pada peraturan Uni Eropa atau hukum nasional negara anggota, sedangkan DSA menyediakan kerangka untuk mendeteksi, melaporkan, menilai, dan menanganinya.

Layanan berstatus VLOSE dan VLOP juga diwajibkan menjalani audit independen, menerbitkan laporan transparansi, menyediakan data tertentu kepada regulator dan peneliti yang memenuhi syarat, serta menjelaskan sistem rekomendasi atau algoritma yang memengaruhi informasi pengguna.

Mereka juga harus menyediakan mekanisme respons krisis, ketentuan layanan yang mudah dipahami, repositori iklan yang dapat diperiksa publik, dan perlindungan lebih kuat bagi anak-anak serta kelompok pengguna rentan.

Komisi Eropa memperoleh kewenangan untuk menyelidiki fungsi ChatGPT dan sistem terkait melalui permintaan informasi, wawancara, pemeriksaan teknis, dan tindakan penegakan apabila ditemukan pelanggaran.

Pengawasan ChatGPT dan Reddit akan dilakukan Komisi Eropa bersama Coimisiún na Meán selaku Koordinator Layanan Digital Irlandia, sedangkan pengawasan Roblox melibatkan Otoritas Konsumen dan Pasar Belanda sesuai tempat pendirian hukum masing-masing layanan.

ChatGPT Menghadapi Dua “Mata Kuliah Berat”

Prof. Indrabayu menggambarkan posisi ChatGPT saat ini seperti mahasiswa yang harus mengambil dua mata kuliah berat sekaligus karena layanan tersebut berada dalam cakupan AI Act dan DSA dengan fokus pengawasan yang berbeda.

BACA JUGA:  Diduga Sengaja Disebar Pelaku, Polisi Pastikan Foto Terduga Pelaku Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Andrie Yunus Buatan AI

“ChatGPT seperti mahasiswa yang mengambil dua mata kuliah killer sekaligus karena AI Act mengawasi bagaimana sistem AI dikembangkan dan risikonya dikelola, sedangkan DSA mengawasi dampaknya sebagai layanan digital raksasa,” katanya.

AI Act berfokus pada pengembangan, penyediaan, dan penggunaan sistem kecerdasan buatan berdasarkan tingkat risikonya, sementara DSA menitikberatkan tanggung jawab layanan digital terhadap konten ilegal, algoritma, perlindungan pengguna, transparansi, dan risiko sosial.

Karena ChatGPT menyediakan teknologi AI sekaligus fungsi pencarian daring berskala sangat besar, OpenAI dapat menghadapi kewajiban manajemen risiko berdasarkan AI Act dan pengawasan terhadap layanan digitalnya melalui DSA secara bersamaan.

“AI sekarang tidak cukup hanya akurat dan canggih, tetapi juga harus mampu menjelaskan risikonya serta mempertanggungjawabkan pengaruh yang ditimbulkannya,” ujar Prof. Indrabayu.

Pelaksanaan kedua aturan tersebut mencerminkan pendekatan Uni Eropa yang berusaha mempertahankan inovasi digital sekaligus memastikan teknologi berpengaruh besar tidak beroperasi tanpa pertanggungjawaban terhadap keselamatan, demokrasi, hak asasi manusia, dan kesejahteraan masyarakat.

Hingga 31 Agustus 2026, Komisi Eropa telah menetapkan 28 platform dan mesin pencari sebagai layanan sangat besar berdasarkan DSA, termasuk sejumlah layanan milik Google, Apple, Microsoft, Meta, TikTok, Amazon, dan X.

Perusahaan yang terbukti melanggar DSA dapat dikenai denda hingga enam persen dari omzet global tahunannya, sedangkan pelanggaran serius dan berulang dapat berujung pada pembatasan sementara akses layanan di pasar Uni Eropa melalui mekanisme hukum.

Penetapan ChatGPT sebagai VLOSE bukan hukuman ataupun bukti bahwa OpenAI telah melakukan pelanggaran, melainkan klasifikasi berdasarkan jumlah pengguna dan besarnya dampak sistemik yang membawa kewajiban tambahan.

Bagi masyarakat, keputusan tersebut diharapkan menghadirkan perlindungan lebih kuat, transparansi lebih tinggi mengenai cara algoritma bekerja, mekanisme pengaduan yang jelas, dan pengawasan independen terhadap pengaruh AI dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Indrabayu menilai pesan Uni Eropa kepada industri AI sangat sederhana, yakni perusahaan tetap dipersilakan berinovasi, tetapi harus bersedia diawasi ketika teknologinya telah memengaruhi ratusan juta manusia.

“Silakan berinovasi, Bosku, tetapi kamera pengawas regulasinya sekarang sudah menyala, masih mauko?” tutup Prof. Indrabayu dengan gaya khas Makassar.

Keputusan tersebut menandai pergeseran besar dalam sejarah internet karena mesin pencari masa depan tidak lagi selalu hadir sebagai daftar tautan, melainkan dapat berbentuk chatbot yang merangkum informasi, menjawab pertanyaan, membentuk pemahaman, dan memengaruhi keputusan jutaan manusia. (Ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru