Bocah Diterkam Buaya di Sungai Budong-Budong Mamuju Tengah, Ditemukan Tewas

SulawesiPos.com – Seorang bocah bernama Muhammad Rifki, 10 tahun, meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi di Sungai Budong-Budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat itu, Rifki pergi ke Sungai Budong-Budong bersama neneknya untuk mandi.

Korban kemudian berada di tepi sungai, sementara neneknya berada tidak jauh dari lokasi.

Sekitar 10 menit kemudian, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam korban.

Buaya tersebut kemudian menyeret korban ke arah tengah sungai sehingga Rifki tidak dapat menyelamatkan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan melakukan pencarian.

Korban Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

Tim SAR gabungan bersama warga dan aparat melakukan pencarian di sepanjang Sungai Budong-Budong.

Pencarian kemudian membuahkan hasil pada Selasa (25/8) sore.

Tim SAR menemukan korban di wilayah sungai Desa Tabolang sekitar pukul 15.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA:  ABG 15 Tahun di Mamuju Jadi Korban Pemerkosaan Bergilir, 2 Pelaku Ternyata Paman Sendiri

Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Komandan tim pencarian, Muh Haerul, menyebut terdapat luka gigitan pada bagian paha dan dada korban.

Lima Buaya Ditangkap Warga

Di tengah proses pencarian, warga juga menangkap sejumlah buaya yang berada di sepanjang aliran Sungai Budong-Budong.

Sedikitnya lima ekor buaya berhasil ditangkap warga.

Salah satunya berukuran lebih dari tiga meter dan diduga merupakan buaya yang menyerang korban.

Penangkapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk mengurangi ancaman terhadap warga yang masih beraktivitas di sekitar sungai.

Peristiwa ini juga menambah kekhawatiran warga karena Sungai Budong-Budong sebelumnya telah menjadi lokasi serangan buaya.

Dalam sepekan, dua bocah dilaporkan menjadi korban serangan buaya di sungai yang sama.

Korban sebelumnya, Sinjo (15), juga ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi pada 17 Agustus 2026.

Warga Diimbau Waspada

Aparat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar Sungai Budong-Budong, terutama di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.

BACA JUGA:  Bocah Polman Tewas Terseret Arus, Ditemukan di Sela Mangrove

Masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan mandi atau beraktivitas di lokasi yang rawan serangan satwa liar.

SulawesiPos.com – Seorang bocah bernama Muhammad Rifki, 10 tahun, meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi di Sungai Budong-Budong, Desa Tabolang, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.

Peristiwa tragis tersebut terjadi pada Senin (24/8/2026) sekitar pukul 16.00 WITA.

Saat itu, Rifki pergi ke Sungai Budong-Budong bersama neneknya untuk mandi.

Korban kemudian berada di tepi sungai, sementara neneknya berada tidak jauh dari lokasi.

Sekitar 10 menit kemudian, seekor buaya tiba-tiba muncul dan menerkam korban.

Buaya tersebut kemudian menyeret korban ke arah tengah sungai sehingga Rifki tidak dapat menyelamatkan diri.

Warga yang mengetahui kejadian tersebut langsung berdatangan dan melakukan pencarian.

Korban Ditemukan Setelah Dua Hari Pencarian

Tim SAR gabungan bersama warga dan aparat melakukan pencarian di sepanjang Sungai Budong-Budong.

Pencarian kemudian membuahkan hasil pada Selasa (25/8) sore.

Tim SAR menemukan korban di wilayah sungai Desa Tabolang sekitar pukul 15.40 WITA dalam kondisi meninggal dunia.

BACA JUGA:  Siswa SMP Diterkam Buaya di Sungai Mamuju Tengah, Jasad Diseret 1 Km

Korban kemudian dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Komandan tim pencarian, Muh Haerul, menyebut terdapat luka gigitan pada bagian paha dan dada korban.

Lima Buaya Ditangkap Warga

Di tengah proses pencarian, warga juga menangkap sejumlah buaya yang berada di sepanjang aliran Sungai Budong-Budong.

Sedikitnya lima ekor buaya berhasil ditangkap warga.

Salah satunya berukuran lebih dari tiga meter dan diduga merupakan buaya yang menyerang korban.

Penangkapan tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi sekaligus untuk mengurangi ancaman terhadap warga yang masih beraktivitas di sekitar sungai.

Peristiwa ini juga menambah kekhawatiran warga karena Sungai Budong-Budong sebelumnya telah menjadi lokasi serangan buaya.

Dalam sepekan, dua bocah dilaporkan menjadi korban serangan buaya di sungai yang sama.

Korban sebelumnya, Sinjo (15), juga ditemukan meninggal dunia setelah diterkam buaya saat mandi pada 17 Agustus 2026.

Warga Diimbau Waspada

Aparat mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan ketika beraktivitas di sekitar Sungai Budong-Budong, terutama di lokasi yang diketahui menjadi habitat buaya.

BACA JUGA:  Tim Peneliti Unhas Transfer Teknologi ke Mitra Industri VCO di Polewali Mandar

Masyarakat diminta tidak mengambil risiko dengan mandi atau beraktivitas di lokasi yang rawan serangan satwa liar.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru