SulawesiPos.com – Red Bull Racing mengakui mengalami akhir pekan yang sulit pada Grand Prix Belanda 2026 di Zandvoort setelah Max Verstappen gagal finis dan Liam Lawson mengakhiri balapan di posisi ketujuh. Team Principal Red Bull Laurent Mekies menilai performa tim mengalami kemunduran dibandingkan balapan sebelum jeda musim panas, sementara Lawson dinilai mampu menjalankan tugasnya dengan baik sebagai pengganti Isack Hadjar.
Verstappen dan Lawson mengawali balapan dari posisi ketujuh dan kedelapan, kemudian sempat terlibat persaingan roda ke roda sebelum Verstappen mengalami kecelakaan beberapa lap setelah perlombaan dimulai.
Verstappen kehilangan bagian belakang mobilnya saat keluar dari Tikungan 14 dan kemudian menabrak dinding, mengakhiri penampilannya pada balapan kandangnya di Zandvoort.
Pembalap asal Belanda tersebut tidak mengalami cedera dalam kecelakaan itu, sedangkan balapan sempat dihentikan dengan bendera merah untuk membersihkan puing-puing dari insiden tersebut.
Setelah balapan kembali berlangsung, Lawson menjadi satu-satunya pembalap Red Bull yang melanjutkan perlombaan dan berhasil finis di posisi ketujuh meski menerima penalti waktu 10 detik akibat pelanggaran terkait bendera kuning.
Mekies Soroti Penurunan Performa Red Bull
Mekies menilai hasil di Zandvoort menunjukkan Red Bull tidak berada pada level performa yang sama seperti sebelum jeda musim panas, meskipun potensi Verstappen dalam balapan tidak dapat diketahui setelah kecelakaan tersebut.
“Performance-wise, I think there is nowhere to hide. It was a very difficult weekend. It seems like we have made a bit of a step back compared to where we were before the summer break,” ujar Mekies, dikutip Formula 1.
Mekies mengatakan kesulitan Red Bull sudah terlihat dari sesi ke sesi selama akhir pekan di Zandvoort, terutama ketika dibandingkan dengan penampilan tim di Budapest, Spa, dan Austria.
Tim kemudian akan mengevaluasi apakah para pesaing berhasil melakukan pengembangan mobil dengan lebih baik atau terdapat faktor lain yang membatasi performa Red Bull di Zandvoort.
Mekies menyebut evaluasi tersebut akan dilakukan dalam dua pekan sebelum Red Bull kembali menghadapi persaingan di Monza, dengan tim berupaya memperbaiki performanya secara keseluruhan.
Lawson Dinilai Berhasil Jalankan Tugas
Lawson tampil untuk Red Bull di Zandvoort setelah menggantikan Isack Hadjar yang mengalami cedera, sehingga pembalap Selandia Baru tersebut harus beradaptasi dengan tim dan mobil yang berbeda untuk menjalani akhir pekan balapan.
Mekies menilai Lawson mampu menjalankan tugasnya dengan baik, termasuk mencatat selisih hanya sepersepuluh detik dari Verstappen pada sesi kualifikasi sebelum meraih posisi ketujuh dalam balapan.
“He’s done a good job stepping into the car,” kata Mekies mengenai penampilan Lawson, yang menurutnya tidak mudah dilakukan ketika harus bergabung dengan tim dan mobil berbeda untuk sebuah balapan.
Mekies juga menilai Lawson berhasil mengambil hasil yang tersedia berdasarkan kecepatan mobil Red Bull dengan finis ketujuh dalam perlombaan di Zandvoort.
Di sisi lain, Hadjar tetap berada bersama Red Bull selama akhir pekan tersebut meskipun tidak dapat mengemudi, dengan kehadirannya dimanfaatkan untuk mengikuti proses pembelajaran dan membantu tim mempersiapkan diri menghadapi balapan berikutnya di Monza.


