SulawesiPos.com – Grand Prix Belanda 2026 di Sirkuit Zandvoort berpotensi menghadirkan kondisi cuaca yang berubah sepanjang akhir pekan. Berdasarkan prakiraan KNMI yang dirilis 18 Agustus 2026, peluang hujan mencapai 80 persen pada Jumat sebelum diperkirakan turun menjadi 40 persen saat balapan Minggu.
Peluang Hujan Tertinggi pada Jumat
KNMI memprakirakan suhu maksimum dan minimum pada Jumat, 21 Agustus 2026, berada di kisaran 22 dan 13 derajat Celsius. Peluang hujan mencapai 80 persen dengan perkiraan curah hujan 2 hingga 7 milimeter.
Hari tersebut menjadi jadwal FP1 dan Sprint Qualifying. Angin diperkirakan bertiup dari arah barat dengan kekuatan 4, sementara peluang matahari berada di angka 40 persen.
Pada Sabtu, 22 Agustus 2026, peluang hujan diperkirakan mencapai 70 persen dengan suhu maksimum 20 derajat Celsius dan minimum 12 derajat Celsius. Curah hujan diperkirakan berada di kisaran 1 hingga 5 milimeter, dengan angin dari arah barat berkekuatan 3.
Sementara itu, Minggu, 23 Agustus 2026, yang menjadi jadwal balapan utama, memiliki peluang hujan 40 persen. Suhu diperkirakan mencapai maksimum 21 derajat Celsius dan minimum 12 derajat Celsius, dengan curah hujan 0 hingga 2 milimeter.
Banking Tarzan Capai 18 Derajat
Selain kondisi cuaca, karakter Sirkuit Zandvoort menjadi salah satu tantangan bagi para pembalap Formula 1. Menurut informasi resmi Formula 1, modernisasi sirkuit mencakup peningkatan sudut banking di Tikungan Tarzan hingga 18 derajat. Sudut tersebut bahkan melampaui banking di Indianapolis Motor Speedway.
Karakter banking menjadi salah satu ciri khas Zandvoort dan memungkinkan perubahan karakter tikungan pada sirkuit yang berada di kawasan bukit pasir North Holland.
Mantan Managing Director Motorsports Formula 1, Ross Brawn, menjelaskan bahwa gagasan penggunaan banking berasal dari mendiang Race Director FIA Charlie Whiting. Ide tersebut ditujukan agar tikungan terakhir dapat dilalui secara flat-out sekaligus memperpanjang lintasan lurus secara efektif. Menurut Brawn, karakter banking tersebut mendapat respons positif dari para pembalap.
Karakter Lintasan Jadi Tantangan
Sirkuit Zandvoort memiliki karakter yang sempit dengan rangkaian tikungan yang berliku. Kondisi tersebut membuat mobil Formula 1 harus beradaptasi dengan karakter lintasan sekaligus menghadapi gaya lateral pada tikungan banking.
Pada musim 2026, mobil generasi baru Formula 1 juga memiliki karakter aerodinamika yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi bagian dari tantangan ketika mobil melaju di tikungan banking dan rangkaian tikungan Zandvoort yang sempit.
Format Sprint yang digunakan pada Grand Prix Belanda juga membuat waktu persiapan di lintasan menjadi terbatas. Tim hanya memiliki satu sesi latihan bebas sebelum memasuki rangkaian sesi kompetitif pada akhir pekan tersebut.
Cuaca Berubah Menjelang Balapan
Prakiraan KNMI menunjukkan peluang hujan berangsur turun dari 80 persen pada Jumat menjadi 70 persen pada Sabtu dan 40 persen pada Minggu. Angin dari arah barat juga diperkirakan melemah dari kekuatan 4 pada Jumat menjadi kekuatan 2 saat balapan.
Perbedaan kondisi tersebut membuat karakter akhir pekan di Zandvoort dapat berubah dari satu hari ke hari berikutnya. Tim dan pembalap akan menghadapi kondisi yang berbeda antara sesi Jumat, Sprint dan kualifikasi pada Sabtu, serta balapan utama pada Minggu.
Dengan peluang hujan tertinggi berada pada hari pertama kegiatan lintasan, sementara peluang tersebut lebih rendah pada hari balapan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor yang akan diperhatikan sepanjang Grand Prix Belanda 2026.

