“Jadi jangan dialihkan isunya. Yang kita lawan adalah praktik penipuan yang merugikan rakyat,” tegasnya.
Terkait proses hukum, Amran mengatakan pemerintah menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.
Ia menyebut saat ini sudah ada puluhan tersangka yang diproses dalam rangkaian perkara mafia beras.
“Proses hukum sedang berjalan dan kita hormati. Yang terpenting, negara hadir melindungi masyarakat dari praktik-praktik yang merugikan seperti ini,” ujarnya.
Stok Beras dan Jagung Diklaim Aman
Selain menyoroti pemberantasan mafia beras, Amran juga memastikan kondisi ketahanan pangan nasional tetap aman meski sebagian wilayah mulai mengalami kekeringan pada musim kemarau.
Ia mengatakan Kementerian Pertanian telah lebih dulu menyiapkan pompanisasi, perbaikan irigasi, optimalisasi lahan, dan penggunaan varietas tahan kering untuk menjaga produksi.
Menurut Amran, luas lahan yang terdampak kekeringan secara nasional saat ini sekitar 30 ribu hektare dan pengaruhnya terhadap produksi dinilai kecil.
Pemerintah, kata dia, masih memegang stok aman untuk komoditas strategis seperti beras dan jagung.
“Kami sudah menyiapkan langkah antisipasi jauh sebelumnya. Tim sudah turun ke lapangan melakukan pompanisasi, memperbaiki irigasi, dan berbagai upaya lainnya. Luas kekeringan secara nasional sekitar 30 ribu hektare dan dampaknya terhadap produksi sangat kecil,” jelasnya.
Ia menambahkan cadangan beras nasional dinilai cukup hingga musim panen Maret tahun depan, sementara stok jagung juga disebut dalam posisi aman di tengah musim kering.
“Stok beras kita aman, bahkan cukup hingga musim panen Maret tahun depan. Jagung juga insya Allah aman,” pungkasnya.

