Pria Asal Sinjai Tewas Dikeroyok Massa di Morowali usai Diduga Curi Motor, Polisi Usut Main Hakim Sendiri

SulawesiPos.com – Seorang pria berinisial S (33), warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu malam, 25 Juli 2026, sekitar pukul 23.05 WITA.

Korban sebelumnya diduga melakukan pencurian sepeda motor di sekitar sebuah minimarket, tetapi belum sempat diserahkan ke polisi ketika amukan massa lebih dulu membuatnya kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini bukan hanya pada dugaan curanmor yang menyeret korban, tetapi juga pada fakta bahwa penanganan warga berubah menjadi aksi main hakim sendiri yang kini ikut diusut polisi.

Kabag Ops Polres Morowali AKP Rustang membenarkan korban awalnya diamankan warga sebelum menjadi sasaran pengeroyokan.

“Terduga pelaku tindak pidana pencurian yang diamankan dan menjadi korban pengeroyokan oleh massa,” ujar AKP Rustang, Minggu, 26 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat terpojok di area kasir minimarket sesaat setelah aksinya diketahui warga. Sejumlah orang lalu mengepungnya hingga ia tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.

BACA JUGA:  Lima Oknum TNI Diproses Hukum Terkait Kasus Pengeroyokan di Rantepao Toraja Utara

Tak lama kemudian, korban digelandang keluar dari dalam minimarket. Tas ransel yang dibawanya sempat digeledah sebelum massa mulai memukulnya.

Korban disebut sempat berusaha kembali masuk ke minimarket untuk menyelamatkan diri, tetapi kembali ditarik keluar lalu dikeroyok di depan lokasi.

Dievakuasi dari Depan Minimarket

Personel Polsek Bahodopi yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi korban ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendapat pertolongan medis. Namun kondisi korban disebut sudah berat sejak awal penanganan.

Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Bungku karena luka yang dialaminya cukup serius. Meski sempat menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.

“Karena kondisinya cukup serius, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Bungku. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong,” kata AKP Rustang.

Polisi Selidiki Dua Dugaan Pidana

Polres Morowali menyatakan penyelidikan berjalan di dua arah sekaligus, yakni mendalami dugaan pencurian sepeda motor yang menyeret korban dan mengusut pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA:  Sindikat Curanmor Jurnalis di Makassar Dibekuk, Residivis Otaki 24 TKP

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tersebut, sekaligus mengusut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegas AKP Rustang.

Polisi juga mengimbau warga tidak mengambil tindakan sendiri terhadap siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana. Aparat meminta masyarakat segera menyerahkan terduga pelaku kepada kepolisian agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

SulawesiPos.com – Seorang pria berinisial S (33), warga Kabupaten Sinjai, Sulawesi Selatan, meninggal dunia setelah dikeroyok massa di Desa Bahomakmur, Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, Sabtu malam, 25 Juli 2026, sekitar pukul 23.05 WITA.

Korban sebelumnya diduga melakukan pencurian sepeda motor di sekitar sebuah minimarket, tetapi belum sempat diserahkan ke polisi ketika amukan massa lebih dulu membuatnya kritis hingga akhirnya meninggal dunia.

Kasus ini bukan hanya pada dugaan curanmor yang menyeret korban, tetapi juga pada fakta bahwa penanganan warga berubah menjadi aksi main hakim sendiri yang kini ikut diusut polisi.

Kabag Ops Polres Morowali AKP Rustang membenarkan korban awalnya diamankan warga sebelum menjadi sasaran pengeroyokan.

“Terduga pelaku tindak pidana pencurian yang diamankan dan menjadi korban pengeroyokan oleh massa,” ujar AKP Rustang, Minggu, 26 Juli 2026.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban sempat terpojok di area kasir minimarket sesaat setelah aksinya diketahui warga. Sejumlah orang lalu mengepungnya hingga ia tidak memiliki ruang untuk melarikan diri.

BACA JUGA:  Lima Oknum TNI Diproses Hukum Terkait Kasus Pengeroyokan di Rantepao Toraja Utara

Tak lama kemudian, korban digelandang keluar dari dalam minimarket. Tas ransel yang dibawanya sempat digeledah sebelum massa mulai memukulnya.

Korban disebut sempat berusaha kembali masuk ke minimarket untuk menyelamatkan diri, tetapi kembali ditarik keluar lalu dikeroyok di depan lokasi.

Dievakuasi dari Depan Minimarket

Personel Polsek Bahodopi yang tiba di lokasi kemudian mengevakuasi korban ke Klinik PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) untuk mendapat pertolongan medis. Namun kondisi korban disebut sudah berat sejak awal penanganan.

Korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Bungku karena luka yang dialaminya cukup serius. Meski sempat menjalani perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong.

“Karena kondisinya cukup serius, korban selanjutnya dirujuk ke RSUD Bungku. Meski sempat mendapat perawatan intensif, nyawanya tidak tertolong,” kata AKP Rustang.

Polisi Selidiki Dua Dugaan Pidana

Polres Morowali menyatakan penyelidikan berjalan di dua arah sekaligus, yakni mendalami dugaan pencurian sepeda motor yang menyeret korban dan mengusut pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

BACA JUGA:  Modus Baru Jukir Makassar: Tarif Motor Dinaikkan, Diberi Karcis Mobil hingga Berujung Pengeroyokan

“Saat ini kami masih melakukan penyelidikan terkait dugaan pencurian tersebut, sekaligus mengusut dugaan pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” tegas AKP Rustang.

Polisi juga mengimbau warga tidak mengambil tindakan sendiri terhadap siapa pun yang diduga melakukan tindak pidana. Aparat meminta masyarakat segera menyerahkan terduga pelaku kepada kepolisian agar proses hukum berjalan sesuai ketentuan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru