Awal Mula Kedekatan Dadan dan Prabowo, Berawal dari Cemara Udang yang Layu di Hambalang

SulawesiPos.com – Kisah di balik penunjukan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), bermula dari hal yang unik.

Hubungan keduanya pertama kali terjalin melalui urusan sebatang pohon cemara udang yang ditanam di depan kamar pribadi Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor, sedang layu akibat terserang jamur.

Prabowo kemudian meminta saran dari Rachmat Pambudy, rekannya di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Rachmat yang kini menjabat Menteri Percepatan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang sama-sama berlatar belakang dosen IPB kemudian merekomendasikan Dadan sebagai pakar entomologi (pakar serangga) jebolan kampus ternama di Jerman, untuk mengobati pohon cemara udang kesayangan Prabowo.

Setelah Dadan berhasil mengembalikan kesegaran pohon cemara udang Prabowo, ia makin akrab dengan Prabowo yang kala itu menjabat Menteri Pertahanan, hingga dipercaya menjadi tim pakar pasangan Prabowo-Gibran saat kampanye Pilpres 2024 lalu.

Di akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Dadan dipercaya memimpin Kepala Badan Gizi Nasional yang baru terbentuk di pertengahan Agustus 2024 lalu.

BACA JUGA:  Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, KSP Dudung Ungkap Dugaan Jual Beli Dapur MBG

Saat menduduki posisi strategis sebagai Kepala BGN, Dadan mengaku bahwa jabatan tersebut di luar ekspektasi awalnya.

Dosen IPB University ini mengungkapkan bahwa cita-cita awalnya sebenarnya hanya ingin menjadi seorang komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk mengatasi tantangan memimpin BGN, Dadan merancang konsep mandiri yang berbeda dengan rencana awal BGN, dengan tidak membangun dapur umum di setiap sekolah.

Sebagai gantinya, Dadan menginisiasi pembentukan Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) di berbagai wilayah untuk memusatkan distribusi.

Namun, di tengah berjalannya program, Badan Gizi Nasional kini diterpa isu miring terkait konflik internal. Muncul indikasi persaingan sengit antara dua kelompok di dalam tubuh lembaga, yakni “Kubu IPB” yang merepresentasikan kalangan akademisi kolega Dadan, melawan “Kubu Tentara” dari unsur militer.

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia lulus sarjana Pertanian IPB tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

BACA JUGA:  Kejagung Bergerak, Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Jalani Pemeriksaan Intensif

Dadan kemudian melanjutkan magister di University of Bonn dan doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus entomologi terapan atau ilmu serangga.

SulawesiPos.com – Kisah di balik penunjukan Dadan Hindayana sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), bermula dari hal yang unik.

Hubungan keduanya pertama kali terjalin melalui urusan sebatang pohon cemara udang yang ditanam di depan kamar pribadi Prabowo di kediamannya, Hambalang, Bogor, sedang layu akibat terserang jamur.

Prabowo kemudian meminta saran dari Rachmat Pambudy, rekannya di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI).

Rachmat yang kini menjabat Menteri Percepatan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas yang sama-sama berlatar belakang dosen IPB kemudian merekomendasikan Dadan sebagai pakar entomologi (pakar serangga) jebolan kampus ternama di Jerman, untuk mengobati pohon cemara udang kesayangan Prabowo.

Setelah Dadan berhasil mengembalikan kesegaran pohon cemara udang Prabowo, ia makin akrab dengan Prabowo yang kala itu menjabat Menteri Pertahanan, hingga dipercaya menjadi tim pakar pasangan Prabowo-Gibran saat kampanye Pilpres 2024 lalu.

Di akhir kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Dadan dipercaya memimpin Kepala Badan Gizi Nasional yang baru terbentuk di pertengahan Agustus 2024 lalu.

BACA JUGA:  Empat Pengadaan Bermasalah di Kasus MBG, Dari Motor Listrik hingga Sepatu Diduga Dimark-Up oleh Dadan Cs

Saat menduduki posisi strategis sebagai Kepala BGN, Dadan mengaku bahwa jabatan tersebut di luar ekspektasi awalnya.

Dosen IPB University ini mengungkapkan bahwa cita-cita awalnya sebenarnya hanya ingin menjadi seorang komisaris di salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Untuk mengatasi tantangan memimpin BGN, Dadan merancang konsep mandiri yang berbeda dengan rencana awal BGN, dengan tidak membangun dapur umum di setiap sekolah.

Sebagai gantinya, Dadan menginisiasi pembentukan Satuan Pelayanan Makanan Bergizi (SPPG) di berbagai wilayah untuk memusatkan distribusi.

Namun, di tengah berjalannya program, Badan Gizi Nasional kini diterpa isu miring terkait konflik internal. Muncul indikasi persaingan sengit antara dua kelompok di dalam tubuh lembaga, yakni “Kubu IPB” yang merepresentasikan kalangan akademisi kolega Dadan, melawan “Kubu Tentara” dari unsur militer.

Dadan Hindayana lahir di Garut, Jawa Barat, pada 10 Juli 1967. Ia lulus sarjana Pertanian IPB tahun 1990 sebagai lulusan terbaik Jurusan Hama dan Penyakit Tumbuhan.

BACA JUGA:  Pencopotan Kepala BGN Dadan Hindayana, KSP Dudung Ungkap Dugaan Jual Beli Dapur MBG

Dadan kemudian melanjutkan magister di University of Bonn dan doktor di Leibniz Universität Hannover, Jerman, dengan fokus entomologi terapan atau ilmu serangga.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru