Bantah MBG Bermuatan Politik, Relawan Prabowo: Murni untuk Rakyat

SulawesiPos.com – Ketua Umum Relawan for Prabowo-Gibran, Nasarudin, membantah keras dugaan adanya muatan politik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak terkait dengan agenda mobilisasi politik menjelang Pemilu 2029.

“Program ini murni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempersiapkan masa depan generasi bangsa, bukan untuk kepentingan politik jangka pendek sebagaimana ditudingkan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Pernyataan ini merupakan respons atas kritik dari Rocky Gerung yang menilai program MBG dan Koperasi Merah Putih dapat menjadi sarana mobilisasi konstituen.

Menanggapi hal tersebut, Nasarudin menyayangkan pernyataan tersebut dan menilai kritik itu tidak berdasar serta berpotensi menyesatkan opini publik.

Ia juga mengingatkan pentingnya riset dan klarifikasi sebelum menyampaikan pandangan ke ruang publik.

Sudah Jadi Visi Sejak Awal

Nasarudin menegaskan bahwa program MBG bukan kebijakan dadakan, melainkan bagian dari visi dan misi Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pemilihan Presiden.

Program ini, menurutnya, dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA: 
Prabowo: MBG Setara dengan Beri Makan Sepuluh Kali Jumlah Penduduk Singapura Tiap Hari

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG melibatkan berbagai unsur lintas partai politik, baik dari koalisi pemerintah maupun di luar koalisi.

Selain itu, kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengatur implementasi program di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan koordinasi kepala daerah.

“Para kepala daerah berasal dari beragam latar belakang, baik kader partai maupun non-partai, termasuk yang tidak tergabung dalam koalisi pemerintah. Ini menegaskan bahwa program ini tidak eksklusif untuk kelompok tertentu,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Nasarudin mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai tidak berdasar.

Ia juga mendorong publik untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran.

“Ini adalah program untuk rakyat. Mari kita jaga bersama agar berjalan optimal dan tepat sasaran,” tutupnya.

Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut bahwa program MBG dan koperasi dinilai lebih efektif dalam memobilisasi suara dibandingkan partai politik.

BACA JUGA: 
Mentan Amran: 160 Juta Petani dan Peternak Suplai Program MBG, Kesejahteraan Petani Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah

“Ya bagi presiden lebih efektif MBG dan koperasi dong,” ucapnya dikutip dari YouTube Total Politik.

SulawesiPos.com – Ketua Umum Relawan for Prabowo-Gibran, Nasarudin, membantah keras dugaan adanya muatan politik dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak terkait dengan agenda mobilisasi politik menjelang Pemilu 2029.

“Program ini murni bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mempersiapkan masa depan generasi bangsa, bukan untuk kepentingan politik jangka pendek sebagaimana ditudingkan,” ujarnya, Jumat (24/4/2026).

Pernyataan ini merupakan respons atas kritik dari Rocky Gerung yang menilai program MBG dan Koperasi Merah Putih dapat menjadi sarana mobilisasi konstituen.

Menanggapi hal tersebut, Nasarudin menyayangkan pernyataan tersebut dan menilai kritik itu tidak berdasar serta berpotensi menyesatkan opini publik.

Ia juga mengingatkan pentingnya riset dan klarifikasi sebelum menyampaikan pandangan ke ruang publik.

Sudah Jadi Visi Sejak Awal

Nasarudin menegaskan bahwa program MBG bukan kebijakan dadakan, melainkan bagian dari visi dan misi Prabowo Subianto sejak masa kampanye Pemilihan Presiden.

Program ini, menurutnya, dirancang untuk menjawab kebutuhan dasar masyarakat, khususnya dalam pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

BACA JUGA: 
Ekonom UI: MBG Picu Pertumbuhan Pertanian 5,33% dan Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan program MBG melibatkan berbagai unsur lintas partai politik, baik dari koalisi pemerintah maupun di luar koalisi.

Selain itu, kebijakan dari Badan Gizi Nasional (BGN) juga mengatur implementasi program di berbagai daerah, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), dengan koordinasi kepala daerah.

“Para kepala daerah berasal dari beragam latar belakang, baik kader partai maupun non-partai, termasuk yang tidak tergabung dalam koalisi pemerintah. Ini menegaskan bahwa program ini tidak eksklusif untuk kelompok tertentu,” jelasnya.

Di akhir pernyataannya, Nasarudin mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang dinilai tidak berdasar.

Ia juga mendorong publik untuk bersama-sama mengawal pelaksanaan program MBG agar tepat sasaran.

“Ini adalah program untuk rakyat. Mari kita jaga bersama agar berjalan optimal dan tepat sasaran,” tutupnya.

Sebelumnya, Rocky Gerung menyebut bahwa program MBG dan koperasi dinilai lebih efektif dalam memobilisasi suara dibandingkan partai politik.

BACA JUGA: 
Anggaran Pendidikan 2026 Dipastikan Naik, Abdul Mu’ti: MBG Tak Pangkas Dana

“Ya bagi presiden lebih efektif MBG dan koperasi dong,” ucapnya dikutip dari YouTube Total Politik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru