SulawesiPos.com – Sosok Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, menjadi perhatian publik usai rangkaian peristiwa hukum yang menyeret namanya dalam operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi.
Di balik posisinya sebagai kepala daerah, Gatut memiliki perjalanan panjang dari dunia usaha hingga politik.
Gatut lahir di Tulungagung pada 17 Desember 1967. Ia menempuh pendidikan S1 di Universitas Merdeka Malang dan meraih gelar Sarjana Ekonomi pada 1992.
Bertahun-tahun kemudian, ia kembali melanjutkan pendidikan S2 di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung dan resmi menyandang gelar Magister Ekonomi pada 2023.
Sebelum dikenal sebagai politisi, Gatut lebih dulu aktif sebagai pengusaha toko bangunan.
Usahanya disebut memiliki jaringan yang tersebar di Tulungagung hingga Trenggalek, yang menjadi fondasi awal karier ekonominya di sektor swasta.
Selain dunia usaha, Gatut mulai aktif berorganisasi sejak 2004 dengan bergabung dalam Gerakan Pemuda Ansor.
Dari sini, ia mulai membangun jejaring sosial dan politik yang kemudian membawanya ke panggung elektoral.
Karier politiknya dimulai pada Pilkada Tulungagung 2019. Saat itu, ia maju sebagai calon Wakil Bupati mendampingi Maryoto Birowo dan berhasil memenangkan kontestasi, hingga menjabat sebagai Wakil Bupati Tulungagung periode 2021-2023.
Pada Pilkada Tulungagung 2024, Gatut naik level dengan mencalonkan diri sebagai bupati berpasangan dengan Ahmad Baharudin.
Pasangan ini meraih kemenangan dengan perolehan sekitar 50,7 persen suara atau 297.882 suara sah, dan mengantarkan Gatut menjadi Bupati Tulungagung periode 2025-2030.
Ia kemudian resmi dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto setelah memenangkan Pilkada 2024.
Dalam perjalanan politiknya, Gatut juga pernah tercatat sebagai kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan sejak 2018 hingga 2024, sebelum akhirnya berpindah ke Partai Gerindra dan menjadi kendaraan politiknya dalam kontestasi Pilkada 2024.
Di luar jabatan politik, Gatut juga dikenal sebagai pengusaha aktif di sektor toko bangunan yang memperkuat profil ekonominya sebelum masuk dunia pemerintahan.
Namun, sorotan terhadap dirinya menguat setelah KPK melakukan OTT di Tulungagung pada Jumat (10/4/2026).
Dalam operasi tersebut, Gatut diamankan bersama 15 orang lainnya, sementara KPK juga menyebut adanya penyelidikan tertutup yang dilakukan sebelumnya di wilayah Jawa Timur.
Kini, perjalanan panjang Gatut dari pengusaha, aktivis organisasi, hingga kepala daerah berada dalam sorotan tajam publik seiring proses hukum yang masih berlangsung.

