Negara Teluk Diduga Terlibat dalam Operasi Militer AS di Iran

SulawesiPos.com – Seorang sumber militer dan politik di kawasan mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah negara Arab di Teluk Persia dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Meski demikian, secara resmi pemerintah negara-negara tersebut bersama Yordania telah membantah keterlibatan mereka dalam operasi militer yang juga melibatkan Israel.

“Seperti yang Anda ketahui, secara resmi, otoritas negara-negara Arab di Teluk Persia dan Yordania mentah-mentah membantah keterlibatan mereka dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun, aktivitas semacam itu terjadi dalam sejumlah kasus,” kata sumber tersebut, dikutip dari Antara, Minggu (5/4/2026).

Menurut sumber itu, keterlibatan militer AS terlihat melalui aktivitas Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.

Operasi tersebut disebut berperan langsung dalam mendukung serangan ke Iran, sekaligus memperlihatkan posisi strategis kawasan Teluk dalam dinamika konflik.

Fasilitas di Kuwait dan Arab Saudi Digunakan

Selain itu, fasilitas militer di Kuwait dilaporkan dimanfaatkan oleh pihak Amerika untuk mendukung logistik dan pengumpulan intelijen selama operasi berlangsung.

BACA JUGA: 
Pemerintah Akan Evakuasi Bertahap WNI dari Iran, 32 Orang Dipindahkan via Azerbaijan

Sementara itu, pangkalan udara di Arab Saudi disebut digunakan untuk mengoperasikan berbagai pesawat militer, seperti E-3G Sentry, E-11A, dan C-17 Globemaster.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkap bahwa salah satu titik penting AS di Yordania adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Azraq.

Pangkalan ini disebut kerap menjadi lokasi peluncuran serangan menuju target di Iran, menegaskan peran strategis Yordania dalam dinamika militer kawasan.

SulawesiPos.com – Seorang sumber militer dan politik di kawasan mengungkap dugaan keterlibatan sejumlah negara Arab di Teluk Persia dalam operasi militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat terhadap Iran.

Meski demikian, secara resmi pemerintah negara-negara tersebut bersama Yordania telah membantah keterlibatan mereka dalam operasi militer yang juga melibatkan Israel.

“Seperti yang Anda ketahui, secara resmi, otoritas negara-negara Arab di Teluk Persia dan Yordania mentah-mentah membantah keterlibatan mereka dalam operasi militer Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Namun, aktivitas semacam itu terjadi dalam sejumlah kasus,” kata sumber tersebut, dikutip dari Antara, Minggu (5/4/2026).

Menurut sumber itu, keterlibatan militer AS terlihat melalui aktivitas Armada ke-5 Angkatan Laut AS yang bermarkas di Bahrain.

Operasi tersebut disebut berperan langsung dalam mendukung serangan ke Iran, sekaligus memperlihatkan posisi strategis kawasan Teluk dalam dinamika konflik.

Fasilitas di Kuwait dan Arab Saudi Digunakan

Selain itu, fasilitas militer di Kuwait dilaporkan dimanfaatkan oleh pihak Amerika untuk mendukung logistik dan pengumpulan intelijen selama operasi berlangsung.

BACA JUGA: 
Profil Ayatollah Alireza Arafi, Pemimpin Sementara Iran Pasca Wafatnya Ali Khamenei

Sementara itu, pangkalan udara di Arab Saudi disebut digunakan untuk mengoperasikan berbagai pesawat militer, seperti E-3G Sentry, E-11A, dan C-17 Globemaster.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkap bahwa salah satu titik penting AS di Yordania adalah Pangkalan Udara Muwaffaq Salti di Azraq.

Pangkalan ini disebut kerap menjadi lokasi peluncuran serangan menuju target di Iran, menegaskan peran strategis Yordania dalam dinamika militer kawasan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru