SulawesiPos.com – Pengelolaan 41 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga dikuasai oleh Yasika Group milik Yasika Aulia Ramadhani, putri pimpinan DPRD Sulsel Yasir Machmud, memunculkan pertanyaan besar.
Bagaimana bisa satu pihak mengelola sedemikian banyak dapur MBG, sedangkan ada aturan dari Badan Gizi Nasional (BGN) bahwa satu yayasan hanya bisa mengelola maksimal 10 SPPG dalam satu provinsi.
Kabar mengenai pengelolaan 41 dapur MBG di tangan satu pihak sudah viral sejak November 2025 dan terus bergulir hingga Desember 2025.
Informasi yang dihimpun dari pemberitaan viral itu, kabar pengelolaan 41 dapur MBG di tangan satu pihak terdengar oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad. Ketika itu, dia menjawab singkat namun tegas melalui akun X resminya: “Kita Tertibkan.”
Kini, setelah empat bulan berlalu, tak lagi terdengar bagaimana kelanjutan penertiban yang akan dilakukan Dasco.
Sebagai informasi, ayah dari Yasika Aulia, yakni Yasir Machmud, adalah Wakil Ketua DPRD Sulsel.
Yasir Machmud merupakan kader Partai Gerindra. Dia merupakan politisi yang berlatar belakang pengusaha.
Yasir Machmud berhasil melenggang ke DPRD Sulsel setelah meraih 51.432 suara dari Dapil 7 yang meliputi Kabupaten Bone.
Satu Yayasan Maksimal 10 SPPG
Beberapa waktu lalu, ketika masalah ini menjadi viral dan menjadi isu nasional, Kepala BGN Dadan Hindayana memastikan satu yayasan mitra MBG maksimal mengelola 10 dapur atau SPPG.
Dadan menyampaikan hal tersebut untuk merespons beberapa laporan yang menyebutkan oknum yayasan memiliki puluhan SPPG dalam satu wilayah.
“BGN telah menetapkan satu yayasan hanya boleh mengelola 10 dapur untuk provinsi yang sama. Jadi, kalau dia pindah provinsi hanya lima, itu sudah pasti, kecuali yayasan-yayasan yang berafiliasi dengan institusi, itu kita sudah batasi,” katanya di Jakarta pada 17 November 2025.
Yang menjadi pertanyaan, jika satu yayasan hanya mengelola 10 SPPG sedangkan Yasika Group diduga mengelola 41 SPPG, bagaimana hal itu bisa terjadi?
Muncul dugaan bahwa pihak Yasika Group menggunakan beberapa Yayasan untuk menguasai pengelolaan SPPG di Sulsel.
Jika Yasika Group mengelola 42 SPPG, maka setidaknya dia diduga menggunakan lima yayasan dalam pengajuan ke BGN untuk menjadi mitra.
Yang menjadi pertanyaan kemudian, apakah bisa satu pengusaha atau kelompok usaha bisa menggunakan lebih dari satu yayasan dalam pengelolaan MBG?
Said Didu Sebut Praktik Serakahnomics
Ketika masalah ini mencuat, tokoh kritis Said Didu secara sarkastis mempertanyakan praktik tersebut dan mengaitkannya dengan semangat pemberantasan korupsi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Woowwww. Inikah praktek awal Serakahnomic ? Setahu saya Bpk Presiden @prabowo yg juga pimpinan Partai Bapak pengelola 41 dapur tersebut (wakil Ketua DPRD Sulsel) sedang memberantas Serakahnonic,” tulis Said Didu di akun X, dikutip 20 November 2025.
Potensi Keuntungan Rp 246 Juta Per Hari
Informasi yang diperoleh menyebutkan, Yasika Group mengelola 41 dapur MBG dengan sebaran operasionalnya mencakup beberapa wilayah strategis di Sulawesi Selatan, yakni 16 dapur di Kota Makassar, 10 dapur di Kabupaten Bone, 3 dapur di Parepare, dan 2 dapur di Kabupaten Gowa, sementara sisanya masih dalam tahap penyelesaian di beberapa titik lainnya.
Nama Yasika Aulia Ramadhani mendadak viral lantaran di usianya yang baru menginjak 20 tahun, ia sudah mengelola investasi berskala besar. Berdasarkan data yang dihimpun, pembangunan satu unit dapur MBG membutuhkan anggaran sekitar Rp1,5 miliar.
Dengan total 41 dapur, nilai investasi Yasika Group ditaksir mencapai Rp61,5 miliar. Jika setiap dapur melayani rata-rata 3.000 siswa dengan estimasi margin keuntungan Rp2.000 per porsi, potensi pendapatan harian dari seluruh dapur tersebut bisa menyentuh angka Rp246 juta per hari.
Saat dikonfirmasi oleh Sulawesi Pos pada Sabtu (28/3/2026), Wakil Ketua DPRD Sulsel, Yasir Machmud, enggan memberikan komentar terkait bisnis yang dijalankan putrinya tersebut.
Komentar dari Wakil Kepala BGN
Senada dengan itu, juru bicara Badan Gizi Nasional, Dian Fatwa yang dikonfirmasi, juga memilih irit bicara dan berdalih bahwa persoalan ini sudah diklarifikasi oleh pimpinan pusat BGN pada akhir November 2025 lalu.
Di sisi lain, Wakil Kepala BGN, Nanik S. Deyang, menegaskan pihaknya tidak akan menghentikan operasional 41 dapur milik Yasika Group meski sempat menuai polemik.
Menurutnya, operasional harus tetap berjalan demi memastikan anak-anak penerima manfaat tidak terganggu. Nanik menambahkan bahwa BGN akan tetap melakukan evaluasi kinerja terhadap dapur-dapur tersebut secara berkala.
Terkait identitas pemilik yang baru terungkap belakangan, Nanik menjelaskan bahwa proses pendaftaran SPPG dilakukan melalui berbagai yayasan, sehingga sulit memverifikasi latar belakang pemilik secara rinci di awal.
Ia menegaskan bahwa ke depan aturan akan ditegakkan lebih ketat, namun untuk saat ini dapur yang sudah berjalan baik akan tetap dipertahankan.
Salah satu Dapur MBG milik Yasika Group di Jalan Hertasning Blok E 11, Makassar, tampak beberapa unit mobil operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang setiap hari sekolah dijadwalkan mengantar ribuan paket MBG ke sekolah-sekolah yang sudah ditentukan bagian dari Dapur SPPG Yasika.
Salah satu sumber dari pengelola dapur Yasika, yang enggan disebut namanya, mengakui pelayanan penyiapan dan pengantaran paket MBG ke sekolah-sekolah tidak terganggu dengan viralnya jumlah kepemilikan 41 dapur MBG yang dikelola Yasika Group.*

