Kementan Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi untuk Perkuat Peternak Rakyat

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan hilirisasi ayam terintegrasi sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani sekaligus menciptakan kepastian usaha bagi peternak rakyat.

Program ini dirancang membangun ekosistem perunggasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pakan, pemotongan, hingga distribusi. Pendekatan ini menjadi solusi untuk mengatasi fluktuasi harga serta keterbatasan akses pasar yang selama ini dihadapi peternak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo yang menekankan percepatan program hilirisasi di seluruh kementerian dan lembaga.

Kementerian Pertanian memberi respons dengan mempercepat implementasi hilirisasi ayam terintegrasi sebagai bagian dari upaya penguatan sektor peternakan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan di berbagai daerah agar petani dan peternak rakyat memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Hilirisasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan peternak. Peternak lokal harus menjadi bagian dari rantai usaha yang kuat dari hulu hingga hilir, sehingga usaha mereka lebih berkelanjutan dan kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Dilantik Jadi Anggota DEN, Mentan Amran Siap Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, menegaskan bahwa implementasi program harus diwujudkan secara nyata di lapangan.

“Mulai dari kandang, rumah potong hewan unggas, hingga pabrik pakan. Harus ada progres nyata,” kata Agung dalam rapat evaluasi dan percepatan hilirisasi ayam terintegrasi di Kantor Pusat Kementan, Kamis (26/3/2026).

Sebagai bagian dari percepatan, pembangunan dilakukan secara paralel di lima wilayah prioritas dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN hingga swasta. Skema ini membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri perunggasan.

“Pelaksanaan program ini kami lakukan secara paralel dengan melibatkan BUMN dan swasta, agar pembangunan ekosistem hilirisasi bisa berjalan cepat dan segera memberikan dampak nyata bagi peternak,” kata Agung.

“Kalau ada kendala yang tidak bisa diselesaikan di tingkat teknis, kita laporkan. Tapi yang bisa diselesaikan, harus langsung dieksekusi,” tambahnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menekankan bahwa percepatan hilirisasi harus diikuti dengan eksekusi konkret di lapangan agar manfaatnya dapat segera dirasakan.

BACA JUGA: 
Ekspor Tembus US$1,63 Miliar: Kementan Perkuat Hulu hingga Hilir, Pacu Hilirisasi Kopi Indonesia

“Kami mendorong seluruh pihak untuk fokus pada realisasi. Tidak cukup perencanaan, tapi harus ada pembangunan fisik dan operasional yang berjalan. Hilirisasi ini harus segera dirasakan manfaatnya oleh peternak dan pelaku usaha,” kata Makmun.

Kementerian Pertanian menegaskan percepatan hilirisasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi peternak sekaligus memperkuat sektor usaha peternakan.

Dengan fokus pada progres nyata di lapangan, pemerintah optimistis program hilirisasi ayam terintegrasi segera memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi, stabilitas harga, dan kesejahteraan peternak menuju Indonesia Emas 2045.

SulawesiPos.com – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendorong percepatan hilirisasi ayam terintegrasi sebagai langkah konkret memperkuat ketahanan pangan berbasis protein hewani sekaligus menciptakan kepastian usaha bagi peternak rakyat.

Program ini dirancang membangun ekosistem perunggasan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir, mulai dari penyediaan bibit, budidaya, pakan, pemotongan, hingga distribusi. Pendekatan ini menjadi solusi untuk mengatasi fluktuasi harga serta keterbatasan akses pasar yang selama ini dihadapi peternak.

Langkah ini merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo yang menekankan percepatan program hilirisasi di seluruh kementerian dan lembaga.

Kementerian Pertanian memberi respons dengan mempercepat implementasi hilirisasi ayam terintegrasi sebagai bagian dari upaya penguatan sektor peternakan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan pemerintah akan terus mendorong pengembangan hilirisasi sektor pertanian dan peternakan di berbagai daerah agar petani dan peternak rakyat memperoleh nilai tambah yang lebih besar.

“Hilirisasi harus memberikan nilai tambah bagi daerah dan peternak. Peternak lokal harus menjadi bagian dari rantai usaha yang kuat dari hulu hingga hilir, sehingga usaha mereka lebih berkelanjutan dan kesejahteraannya meningkat,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Ekspor Tembus US$1,63 Miliar: Kementan Perkuat Hulu hingga Hilir, Pacu Hilirisasi Kopi Indonesia

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Suganda, menegaskan bahwa implementasi program harus diwujudkan secara nyata di lapangan.

“Mulai dari kandang, rumah potong hewan unggas, hingga pabrik pakan. Harus ada progres nyata,” kata Agung dalam rapat evaluasi dan percepatan hilirisasi ayam terintegrasi di Kantor Pusat Kementan, Kamis (26/3/2026).

Sebagai bagian dari percepatan, pembangunan dilakukan secara paralel di lima wilayah prioritas dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari BUMN hingga swasta. Skema ini membuka peluang investasi sekaligus meningkatkan efisiensi rantai pasok industri perunggasan.

“Pelaksanaan program ini kami lakukan secara paralel dengan melibatkan BUMN dan swasta, agar pembangunan ekosistem hilirisasi bisa berjalan cepat dan segera memberikan dampak nyata bagi peternak,” kata Agung.

“Kalau ada kendala yang tidak bisa diselesaikan di tingkat teknis, kita laporkan. Tapi yang bisa diselesaikan, harus langsung dieksekusi,” tambahnya.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Kementan, Makmun, menekankan bahwa percepatan hilirisasi harus diikuti dengan eksekusi konkret di lapangan agar manfaatnya dapat segera dirasakan.

BACA JUGA: 
Dilantik Jadi Anggota DEN, Mentan Amran Siap Dorong Energi Hijau Berbasis Pertanian

“Kami mendorong seluruh pihak untuk fokus pada realisasi. Tidak cukup perencanaan, tapi harus ada pembangunan fisik dan operasional yang berjalan. Hilirisasi ini harus segera dirasakan manfaatnya oleh peternak dan pelaku usaha,” kata Makmun.

Kementerian Pertanian menegaskan percepatan hilirisasi ini merupakan bentuk kehadiran negara dalam melindungi peternak sekaligus memperkuat sektor usaha peternakan.

Dengan fokus pada progres nyata di lapangan, pemerintah optimistis program hilirisasi ayam terintegrasi segera memberikan dampak langsung terhadap peningkatan produksi, stabilitas harga, dan kesejahteraan peternak menuju Indonesia Emas 2045.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru