Iran Izinkan Enam Negara Bersahabat Melintas Selat Hormuz, Indonesia Tak Masuk Daftar

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran menetapkan kebijakan selektif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik kawasan.

Jalur vital tersebut tidak ditutup sepenuhnya, namun hanya dapat dilalui oleh negara-negara tertentu yang dianggap “bersahabat”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa ada enam negara yang kapalnya tetap dapat melintas dengan jaminan keamanan.

Negara-negara tersebut adalah China, Rusia, Pakistan, Irak, India, dan Bangladesh.

“Anda telah melihat di berita: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal mereka melewati selat ini beberapa malam yang lalu, dan beberapa negara lain, bahkan Bangladesh, saya yakin,” sebutnya dalam pernyataan kepada media pemerintah Iran dikutip Jumat (27/3/2026).

Menurut Araghchi, akses tersebut diberikan setelah adanya komunikasi dan koordinasi langsung antara pemerintah negara-negara tersebut dengan pihak Iran.

Bahkan, beberapa kapal dari negara tersebut dilaporkan telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari dengan aman.

“Untuk beberapa negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus di mana kami telah memutuskan untuk melakukannya karena alasan lain, angkatan bersenjata kami telah menyediakan jalur aman,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Dua Kapal Tanker Pertamina Terjebak di Selat Hormuz, Kemlu Intensifkan Dialog dengan Iran

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati perairan sempit ini, sehingga setiap kebijakan terkait akses pelayaran langsung berdampak pada stabilitas energi internasional.

Meski memberikan akses kepada enam negara tersebut, Iran tetap menerapkan pembatasan ketat terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh.

Kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta sekutunya tidak diizinkan melintas di jalur tersebut.

“Kita berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kita dan sekutu mereka untuk lewat,” tegasnya.

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran menetapkan kebijakan selektif terkait akses pelayaran di Selat Hormuz di tengah memanasnya konflik kawasan.

Jalur vital tersebut tidak ditutup sepenuhnya, namun hanya dapat dilalui oleh negara-negara tertentu yang dianggap “bersahabat”.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengungkapkan bahwa ada enam negara yang kapalnya tetap dapat melintas dengan jaminan keamanan.

Negara-negara tersebut adalah China, Rusia, Pakistan, Irak, India, dan Bangladesh.

“Anda telah melihat di berita: China, Rusia, Pakistan, Irak, dan India. Dua kapal mereka melewati selat ini beberapa malam yang lalu, dan beberapa negara lain, bahkan Bangladesh, saya yakin,” sebutnya dalam pernyataan kepada media pemerintah Iran dikutip Jumat (27/3/2026).

Menurut Araghchi, akses tersebut diberikan setelah adanya komunikasi dan koordinasi langsung antara pemerintah negara-negara tersebut dengan pihak Iran.

Bahkan, beberapa kapal dari negara tersebut dilaporkan telah melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari dengan aman.

“Untuk beberapa negara yang kami anggap bersahabat, atau dalam kasus di mana kami telah memutuskan untuk melakukannya karena alasan lain, angkatan bersenjata kami telah menyediakan jalur aman,” ujarnya.

BACA JUGA: 
Iran Serang 4 Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Gunakan Rudal dan Drone

Selat Hormuz sendiri merupakan salah satu jalur energi paling penting di dunia.

Sekitar 20 persen distribusi minyak global melewati perairan sempit ini, sehingga setiap kebijakan terkait akses pelayaran langsung berdampak pada stabilitas energi internasional.

Meski memberikan akses kepada enam negara tersebut, Iran tetap menerapkan pembatasan ketat terhadap pihak yang dianggap sebagai musuh.

Kapal-kapal dari Amerika Serikat, Israel, serta sekutunya tidak diizinkan melintas di jalur tersebut.

“Kita berada dalam keadaan perang. Kawasan ini adalah zona perang, dan tidak ada alasan untuk mengizinkan kapal-kapal musuh kita dan sekutu mereka untuk lewat,” tegasnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru