Iran Beri Sinyal Positif, Dua Tanker Pertamina Berpeluang Keluar dari Selat Hormuz

SulawesiPos.com – Pemerintah Indonesia mulai melihat titik terang terkait nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A Mulachela, mengatakan Iran telah memberikan respons positif atas permintaan Indonesia.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).

Sejak awal, Kemlu bersama Kedutaan Besar RI di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Iran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal serta membuka jalur agar tanker dapat melintas keluar dari kawasan tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu kapan kedua kapal bisa keluar dari Selat Hormuz.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Sementara itu, Santo Darmosumarto juga menegaskan upaya komunikasi dengan pemerintah Iran terus diperkuat guna menjamin keselamatan kapal.

BACA JUGA: 
WFH Jadi Senjata Hemat Energi, Pemerintah Bidik BBM Turun 20 Persen

Iran Prioritaskan Negara Sahabat

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya memberikan izin melintas bagi kapal dari negara-negara sahabat.

Beberapa negara yang mendapat izin antara lain Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia. Sementara kapal dari Amerika Serikat dan Israel masih dibatasi.

Situasi di Selat Hormuz masih terdampak konflik kawasan.

Berdasarkan data pelacakan kapal, sekitar 1.900 kapal sempat tertahan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan tingginya gangguan pada jalur distribusi energi global.

SulawesiPos.com – Pemerintah Indonesia mulai melihat titik terang terkait nasib dua kapal tanker milik Pertamina yang tertahan di Selat Hormuz di tengah konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Vahd Nabyl A Mulachela, mengatakan Iran telah memberikan respons positif atas permintaan Indonesia.

“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” ujarnya, dikutip dari Antara, Jumat (27/3/2026).

Sejak awal, Kemlu bersama Kedutaan Besar RI di Teheran telah melakukan koordinasi intensif dengan berbagai pihak di Iran.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan keselamatan kapal serta membuka jalur agar tanker dapat melintas keluar dari kawasan tersebut.

Meski demikian, hingga kini belum ada kepastian waktu kapan kedua kapal bisa keluar dari Selat Hormuz.

Sebelumnya, Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa pemerintah telah melakukan negosiasi untuk membebaskan dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS).

Sementara itu, Santo Darmosumarto juga menegaskan upaya komunikasi dengan pemerintah Iran terus diperkuat guna menjamin keselamatan kapal.

BACA JUGA: 
Iran Izinkan Enam Negara Bersahabat Melintas Selat Hormuz, Indonesia Tak Masuk Daftar

Iran Prioritaskan Negara Sahabat

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan negaranya memberikan izin melintas bagi kapal dari negara-negara sahabat.

Beberapa negara yang mendapat izin antara lain Tiongkok, Rusia, India, Pakistan, Irak, dan Malaysia. Sementara kapal dari Amerika Serikat dan Israel masih dibatasi.

Situasi di Selat Hormuz masih terdampak konflik kawasan.

Berdasarkan data pelacakan kapal, sekitar 1.900 kapal sempat tertahan di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir, menunjukkan tingginya gangguan pada jalur distribusi energi global.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru