Iran Tegaskan Selat Hormuz Tetap Terbuka, Kecuali untuk Kapal Musuh

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz tetap dapat dilalui oleh pelayaran internasional.

Namun, akses tersebut tidak berlaku bagi kapal yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.

“Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua pelayan kecuali kapal-kapal yang terkait dengan musuh-musuh Iran,” kata Perwakilan Iran untuk badan maritim PBB, Ali Mousavi seperti dikutip Reuters, pada Minggu (22/3/2026).

Mousavi menjelaskan bahwa kapal yang ingin melintasi wilayah tersebut tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran guna memastikan keamanan pelayaran di kawasan yang sensitif tersebut.

Sikap Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran apabila jalur Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam.

Di sisi lain, Iran menilai situasi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Mousavi bahkan menyebut serangan dari kedua negara tersebut sebagai pemicu utama ketegangan di kawasan.

BACA JUGA: 
Viral Pernyataan Bahlil Soal Stok BBM Hanya 21 Hari, DPR: Kita Harus Terbuka ke Masyarakat

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia. Sekitar seperlima distribusi minyak global serta gas alam cair melintasi wilayah sempit ini.

Karena perannya yang sangat strategis, setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak pada pasar energi global, termasuk lonjakan harga minyak dan gas.

Iran Tekankan Diplomasi dan Keamanan Maritim

Meski situasi memanas, Iran menyatakan tetap mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama. Mousavi juga menegaskan kesiapan negaranya untuk bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional guna menjaga keselamatan pelayaran.

“Iran siap bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi pelaut di Teluk,” tegasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa upaya meredakan ketegangan harus dimulai dengan penghentian agresi serta pembangunan kembali kepercayaan antar pihak.

“Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran. Namun, penghentian agresi sepenuhnya serta saling percaya dan keyakinan lebih penting,” tukas Mousavi.

SulawesiPos.com – Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur strategis Selat Hormuz tetap dapat dilalui oleh pelayaran internasional.

Namun, akses tersebut tidak berlaku bagi kapal yang dinilai memiliki keterkaitan dengan pihak yang dianggap sebagai musuh Iran.

“Selat Hormuz tetap terbuka untuk semua pelayan kecuali kapal-kapal yang terkait dengan musuh-musuh Iran,” kata Perwakilan Iran untuk badan maritim PBB, Ali Mousavi seperti dikutip Reuters, pada Minggu (22/3/2026).

Mousavi menjelaskan bahwa kapal yang ingin melintasi wilayah tersebut tetap harus berkoordinasi dengan otoritas Iran guna memastikan keamanan pelayaran di kawasan yang sensitif tersebut.

Sikap Iran ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan dengan Amerika Serikat.

Presiden AS, Donald Trump, sebelumnya mengancam akan menyerang infrastruktur energi Iran apabila jalur Selat Hormuz tidak dibuka sepenuhnya dalam waktu 48 jam.

Di sisi lain, Iran menilai situasi yang terjadi saat ini tidak terlepas dari konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Mousavi bahkan menyebut serangan dari kedua negara tersebut sebagai pemicu utama ketegangan di kawasan.

BACA JUGA: 
Israel Siaga Tinggi Mengantisipasi Intervensi AS di Iran

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling krusial di dunia. Sekitar seperlima distribusi minyak global serta gas alam cair melintasi wilayah sempit ini.

Karena perannya yang sangat strategis, setiap gangguan di kawasan tersebut berpotensi memicu gejolak pada pasar energi global, termasuk lonjakan harga minyak dan gas.

Iran Tekankan Diplomasi dan Keamanan Maritim

Meski situasi memanas, Iran menyatakan tetap mengedepankan jalur diplomasi sebagai solusi utama. Mousavi juga menegaskan kesiapan negaranya untuk bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional guna menjaga keselamatan pelayaran.

“Iran siap bekerja sama dengan Organisasi Maritim Internasional untuk meningkatkan keselamatan maritim dan melindungi pelaut di Teluk,” tegasnya.

Namun demikian, ia menekankan bahwa upaya meredakan ketegangan harus dimulai dengan penghentian agresi serta pembangunan kembali kepercayaan antar pihak.

“Diplomasi tetap menjadi prioritas Iran. Namun, penghentian agresi sepenuhnya serta saling percaya dan keyakinan lebih penting,” tukas Mousavi.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru