SulawesiPos.com – Agus Subiyanto selaku Panglima Tentara Nasional Indonesia (TNI) sebelumnya memerintahkan seluruh jajaran melaksanakan siaga 1.
Namun kini status kesiapsiagaan tersebut telah diturunkan menjadi siaga 3.
Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Donny Pramono, menjelaskan bahwa siaga 3 diberlakukan bersamaan dengan pengamanan hari besar keagamaan, seperti Idul Fitri dan Nyepi.
Selain itu, TNI juga membantu Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam pengamanan arus mudik masyarakat yang kembali ke kampung halaman.
“Kami melaksanakan kegiatan Siaga 3 karena juga kami akan melaksanakan kegiatan Idul Fitri. Dimana kegiatan Idul Fitri kan juga mungkin ada anggota TNI yang melaksanakan cuti, bergantian tentunya. Tentunya dengan semua personel kita tetap siaga,” kata Donny saat ditemui awak media di Mabes TNI AD, Jakarta Pusat, Kamis (12/3).
Sebelumnya, Panglima TNI telah menyampaikan bahwa TNI mengerahkan ribuan prajurit serta alat utama sistem persenjataan (alutsista) untuk membantu pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 yang digelar Polri mulai 13 Maret.
Dalam operasi tersebut, prajurit dari berbagai matra, termasuk Angkatan Darat, akan terlibat dalam pengamanan arus mudik dan balik Lebaran.
Sebagian prajurit tetap bertugas selama masa libur Lebaran guna memastikan kelancaran mobilitas masyarakat serta menjaga keamanan di sejumlah titik strategis.
Donny menegaskan bahwa status siaga 1 yang sempat diberlakukan sebelumnya merupakan bagian dari kesiapsiagaan internal TNI.
Menurutnya, status tersebut digunakan untuk memastikan kesiapan personel, alutsista, dan berbagai aspek lainnya agar dapat digerakkan sewaktu-waktu jika dibutuhkan.
“Jadi, yang tadi saya sampaikan, itu adalah suatu kesiapsiagaan internal. Berupa pengecekan kesiapan personel dan materiil agar satuan selalu siap apabila sewaktu-waktu dibutuhkan,” jelasnya.
Ia juga menegaskan bahwa status tersebut tidak berkaitan dengan kondisi darurat ataupun respons terhadap situasi keamanan tertentu.
“Kegiatan itu bukan terkait situasi darurat atau respons terhadap kondisi keamanan tertentu, melainkan bagian dari prosedur rutin dalam menjaga profesionalisme dan kesiapan prajurit,” tambahnya.
Seiring dengan penurunan status kesiapsiagaan menjadi siaga 3, prajurit dan alutsista yang sebelumnya dikumpulkan di Lapangan Silang Monas kini telah dikembalikan ke satuan masing-masing.
Prajurit yang tidak mendapat tugas selama periode libur Lebaran juga diperkenankan mengambil cuti dan pulang ke daerah asalnya.
“Jadi, eskalasi diturunkan jadi Siaga 3. Demikian untuk kita menghadapi rencana kegiatan Idul Fitri,” ujar Donny.

