Spanyol Nyatakan Sikap Soal Perang Iran vs AS, PM Sanchez: Kami Mengatakan Tidak pada Perang

SulawesiPos.com – Perdana Menteri Pedro Sánchez secara terbuka menentang sikap Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Sánchez menegaskan pemerintah Spanyol tidak akan mengambil sikap yang bertentangan dengan nilai dan prinsipnya hanya karena tekanan dari negara lain.

“Kami tidak akan mengambil posisi yang bertentangan dengan nilai dan prinsip kami hanya karena takut pada pembalasan pihak lain,” kata Sánchez.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Trump mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Ancaman itu dilontarkan setelah Madrid menolak memberikan izin kepada militer AS menggunakan pangkalan udara bersama di Morón Air Base dan Naval Station Rota untuk melancarkan operasi militer ke Iran.

Selain pemutusan perdagangan, Trump juga disebut mempertimbangkan kemungkinan embargo ekonomi terhadap Spanyol.

Sánchez menilai krisis terbaru di Timur Tengah dipicu oleh serangan yang dilakukan AS dan Israel tanpa otorisasi internasional.

Baca Juga: 
Lonjakan 66 Persen Ekspor Iran ke Afrika: Manuver Ekonomi Kontra-Hegemoni Menuju Blok Perdagangan Baru Global South

Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi merusak tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi dasar stabilitas global.

“Kami mengatakan tidak pada perang,” tegasnya.

Sánchez bahkan menjadi satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang secara langsung menantang Trump terkait operasi militer terhadap Iran.

Dalam pidatonya, Sánchez juga membandingkan situasi saat ini dengan Perang Irak 2003 yang dipimpin Amerika Serikat.

Ia menilai invasi tersebut hanya membawa penderitaan dan memperburuk ketidakstabilan global.

Menurut Sánchez, konflik baru di Timur Tengah berpotensi memicu dampak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi.

“Yang kita lihat sekarang adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta kenaikan harga minyak dan gas,” ujarnya.

Dukungan Uni Eropa

Sikap tegas pemerintah Spanyol mendapat dukungan dari pejabat tinggi European Commission.

Wakil Presiden Komisi Eropa Teresa Ribera menilai ancaman Washington untuk memutus hubungan dagang tidak mudah direalisasikan.

Ia juga menyerukan agar European Union merespons tekanan tersebut dengan sikap persatuan di antara negara-negara anggotanya.

Baca Juga: 
Sekjen PBB Sesalkan Peluang Diplomasi Nuklir Iran Disia-siakan

“Penting bagi kita untuk tetap kuat dan berdiri teguh,” ujar Ribera.

Perang dinilai bukan solusi

Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa perang bukan solusi bagi penyelesaian konflik internasional.

Sánchez menilai tugas utama pemerintah seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan memperburuk kondisi hidup warga melalui konflik bersenjata.

Ia juga menyinggung bahwa sebagian pemimpin terkadang menggunakan konflik militer untuk menutupi kegagalan dalam mengelola ekonomi domestik.

SulawesiPos.com – Perdana Menteri Pedro Sánchez secara terbuka menentang sikap Donald Trump terkait konflik di Timur Tengah setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap Iran.

Dalam pidato yang disiarkan secara nasional, Sánchez menegaskan pemerintah Spanyol tidak akan mengambil sikap yang bertentangan dengan nilai dan prinsipnya hanya karena tekanan dari negara lain.

“Kami tidak akan mengambil posisi yang bertentangan dengan nilai dan prinsip kami hanya karena takut pada pembalasan pihak lain,” kata Sánchez.

Pernyataan tersebut muncul beberapa jam setelah Trump mengancam akan menghentikan hubungan perdagangan dengan Spanyol.

Ancaman itu dilontarkan setelah Madrid menolak memberikan izin kepada militer AS menggunakan pangkalan udara bersama di Morón Air Base dan Naval Station Rota untuk melancarkan operasi militer ke Iran.

Selain pemutusan perdagangan, Trump juga disebut mempertimbangkan kemungkinan embargo ekonomi terhadap Spanyol.

Sánchez menilai krisis terbaru di Timur Tengah dipicu oleh serangan yang dilakukan AS dan Israel tanpa otorisasi internasional.

Baca Juga: 
Indonesia Serukan Dialog di Tengah Letusan Konflik, Presiden Siap Mediasi AS-Iran

Menurutnya, tindakan tersebut berpotensi merusak tatanan hukum internasional yang selama ini menjadi dasar stabilitas global.

“Kami mengatakan tidak pada perang,” tegasnya.

Sánchez bahkan menjadi satu-satunya pemimpin Uni Eropa yang secara langsung menantang Trump terkait operasi militer terhadap Iran.

Dalam pidatonya, Sánchez juga membandingkan situasi saat ini dengan Perang Irak 2003 yang dipimpin Amerika Serikat.

Ia menilai invasi tersebut hanya membawa penderitaan dan memperburuk ketidakstabilan global.

Menurut Sánchez, konflik baru di Timur Tengah berpotensi memicu dampak ekonomi global, termasuk lonjakan harga energi.

“Yang kita lihat sekarang adalah meningkatnya ketidakpastian ekonomi serta kenaikan harga minyak dan gas,” ujarnya.

Dukungan Uni Eropa

Sikap tegas pemerintah Spanyol mendapat dukungan dari pejabat tinggi European Commission.

Wakil Presiden Komisi Eropa Teresa Ribera menilai ancaman Washington untuk memutus hubungan dagang tidak mudah direalisasikan.

Ia juga menyerukan agar European Union merespons tekanan tersebut dengan sikap persatuan di antara negara-negara anggotanya.

Baca Juga: 
Tokoh Oposisi Iran, Reza Pahlavi Sebut Republik Islam Iran Berakhir Usai Tewasnya Ali Khamenei

“Penting bagi kita untuk tetap kuat dan berdiri teguh,” ujar Ribera.

Perang dinilai bukan solusi

Pemerintah Spanyol menegaskan bahwa perang bukan solusi bagi penyelesaian konflik internasional.

Sánchez menilai tugas utama pemerintah seharusnya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, bukan memperburuk kondisi hidup warga melalui konflik bersenjata.

Ia juga menyinggung bahwa sebagian pemimpin terkadang menggunakan konflik militer untuk menutupi kegagalan dalam mengelola ekonomi domestik.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru