30 C
Makassar
5 March 2026, 16:59 PM WITA

Rekaman Langka Bunker Drone Iran Tersebar, Menyoroti Kesiapan Militer dan Serangan Balasan ke Pangkalan AS

SulawesiPos.com – Media pemerintah Iran menayangkan video langka dari sebuah bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur.

Rekaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangkaian serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dalam video tersebut, puluhan drone terlihat tersusun rapi di terowongan terang benderang, dengan latar musik dramatis yang menegaskan suasana militer.

Kantor berita Fars News Agency memperlihatkan drone tanpa awak berada di atas peluncur roket dan bak truk militer.

Drone-drone itu berjajar di kedua sisi lorong panjang yang dihiasi bendera Iran.

Menurut Daily Mail, drone yang ditampilkan diduga tipe Shahed—drone berbiaya rendah hanya beberapa ribu dolar AS per unit, populer karena sering digunakan dalam konflik regional.

Penayangan video ini diduga sebagai propaganda untuk menonjolkan kesiapan militer Iran, khususnya kemampuan sistem pesawat nirawak jarak jauh.

Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah

Iran dilaporkan telah meluncurkan drone ke sejumlah wilayah Timur Tengah sebagai balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul operasi militer bernama “Epic Fury” dan “Lion Roar”.

Serangan ini menarget pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, termasuk insiden mematikan di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.

Enam personel militer AS tewas dalam serangan drone ini, termasuk Cody Khork (35) dari Florida, Noah Tietjens (42) dari Nebraska, Nicole Amor (39) dari Minnesota, dan Declan Coady (20) dari Iowa.

SulawesiPos.com – Media pemerintah Iran menayangkan video langka dari sebuah bunker bawah tanah yang dipenuhi deretan drone tempur.

Rekaman ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan setelah serangkaian serangan balasan Iran terhadap Amerika Serikat dan Israel.

Dalam video tersebut, puluhan drone terlihat tersusun rapi di terowongan terang benderang, dengan latar musik dramatis yang menegaskan suasana militer.

Kantor berita Fars News Agency memperlihatkan drone tanpa awak berada di atas peluncur roket dan bak truk militer.

Drone-drone itu berjajar di kedua sisi lorong panjang yang dihiasi bendera Iran.

Menurut Daily Mail, drone yang ditampilkan diduga tipe Shahed—drone berbiaya rendah hanya beberapa ribu dolar AS per unit, populer karena sering digunakan dalam konflik regional.

Penayangan video ini diduga sebagai propaganda untuk menonjolkan kesiapan militer Iran, khususnya kemampuan sistem pesawat nirawak jarak jauh.

Serangan Balasan ke Pangkalan AS di Timur Tengah

Iran dilaporkan telah meluncurkan drone ke sejumlah wilayah Timur Tengah sebagai balasan terhadap Amerika Serikat dan Israel, menyusul operasi militer bernama “Epic Fury” dan “Lion Roar”.

Serangan ini menarget pangkalan militer AS di Bahrain, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Kuwait, termasuk insiden mematikan di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.

Enam personel militer AS tewas dalam serangan drone ini, termasuk Cody Khork (35) dari Florida, Noah Tietjens (42) dari Nebraska, Nicole Amor (39) dari Minnesota, dan Declan Coady (20) dari Iowa.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/