30 C
Makassar
5 March 2026, 16:57 PM WITA

Kapal Perang Iran IRIS Dena Tenggelam di Samudera Hindia, Puluhan Awak Dinyatakan Tewas

SulawesiPos.com – Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali meningkat setelah sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di Samudera Hindia, tidak jauh dari pesisir selatan Sri Lanka.

Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka mengidentifikasi kapal tersebut sebagai IRIS Dena, sebuah fregat milik angkatan laut Iran. Kapal itu diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Iran setelah sebelumnya singgah di sebuah pelabuhan di India bagian timur.

Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026), kapal tersebut diduga menjadi target serangan kapal selam militer Amerika Serikat di perairan internasional.

Serangan itu terjadi ratusan mil dari kawasan Teluk Persia, wilayah yang selama ini menjadi pusat operasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth tidak secara langsung membantah operasi tersebut. Dalam pernyataannya di Pentagon, ia menyebut kapal Iran itu diserang secara diam-diam menggunakan torpedo.

“Sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional diserang kapal selam Amerika. Kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” ujar Hegseth.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa kapal perang Iran menjadi sasaran operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Otoritas rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, menyatakan tim penyelamat militer telah membawa 87 jenazah pelaut ke fasilitas medis setempat setelah menerima panggilan darurat pada dini hari.

Selain korban tewas, sekitar 32 awak kapal berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, sekitar 60 orang lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 personel yang diperkirakan berada di atas kapal saat serangan terjadi.

Operasi pencarian dan penyelamatan hingga kini masih terus dilakukan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan kapal penyelamat yang pertama tiba di lokasi hanya menemukan tumpahan minyak besar di permukaan laut.

“Kami menemukan orang-orang mengapung di air dan segera mengevakuasi mereka. Setelah kami menanyakan identitasnya, barulah diketahui mereka berasal dari kapal Iran,” kata Sampath.

Pentagon juga merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan momen serangan terhadap kapal perang tersebut.

Dalam rekaman itu terlihat kapal dihantam ledakan besar di bagian buritan sehingga bagian belakang kapal terangkat sebelum akhirnya tenggelam perlahan.

Meski demikian, tanggal perekaman video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Beberapa korban selamat, termasuk komandan kapal dan sejumlah perwira senior, juga dilaporkan telah memberikan keterangan kepada Angkatan Laut Sri Lanka bahwa kapal mereka diserang oleh kapal selam.

Perjalanan pulang latihan multinasional

Sebelum insiden tersebut terjadi, kapal perang IRIS Dena diketahui baru saja mengikuti latihan angkatan laut multinasional Milan yang diselenggarakan India di Teluk Benggala pada 18–25 Februari.

Komando Armada Timur Angkatan Laut India sebelumnya menyambut kedatangan kapal itu di pelabuhan Visakhapatnam.

“Angkatan Laut India menyambut IRIS Dena dari Angkatan Laut Iran saat tiba di Visakhapatnam, mencerminkan hubungan budaya yang telah lama terjalin antara kedua negara,” tulis Komando Armada Timur India melalui media sosial X pada 17 Februari.

Namun hingga saat ini pihak Angkatan Laut India belum memberikan pernyataan resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut.

Serangan terhadap kapal perang Iran di Samudera Hindia menandai perluasan wilayah konflik yang sebelumnya lebih banyak terjadi di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat dan Israel melancarkan sejumlah serangan terhadap target Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone.

Insiden tenggelamnya IRIS Dena dinilai berpotensi memperburuk eskalasi militer di kawasan serta meningkatkan ketegangan geopolitik di jalur pelayaran strategis Samudera Hindia.

SulawesiPos.com – Ketegangan militer antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel kembali meningkat setelah sebuah kapal perang Iran dilaporkan tenggelam di Samudera Hindia, tidak jauh dari pesisir selatan Sri Lanka.

Wakil Menteri Luar Negeri Sri Lanka mengidentifikasi kapal tersebut sebagai IRIS Dena, sebuah fregat milik angkatan laut Iran. Kapal itu diketahui sedang dalam perjalanan pulang menuju Iran setelah sebelumnya singgah di sebuah pelabuhan di India bagian timur.

Menurut laporan otoritas setempat yang dikutip dari Reuters, Kamis (5/3/2026), kapal tersebut diduga menjadi target serangan kapal selam militer Amerika Serikat di perairan internasional.

Serangan itu terjadi ratusan mil dari kawasan Teluk Persia, wilayah yang selama ini menjadi pusat operasi militer antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.

Menteri Pertahanan Amerika Serikat Pete Hegseth tidak secara langsung membantah operasi tersebut. Dalam pernyataannya di Pentagon, ia menyebut kapal Iran itu diserang secara diam-diam menggunakan torpedo.

“Sebuah kapal perang Iran yang mengira dirinya aman di perairan internasional diserang kapal selam Amerika. Kapal itu tenggelam oleh torpedo. Kematian yang sunyi,” ujar Hegseth.

Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa kapal perang Iran menjadi sasaran operasi militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

Otoritas rumah sakit di kota pelabuhan Galle, Sri Lanka, menyatakan tim penyelamat militer telah membawa 87 jenazah pelaut ke fasilitas medis setempat setelah menerima panggilan darurat pada dini hari.

Selain korban tewas, sekitar 32 awak kapal berhasil diselamatkan dan kini menjalani perawatan di rumah sakit.

Sementara itu, sekitar 60 orang lainnya masih dinyatakan hilang dari total sekitar 180 personel yang diperkirakan berada di atas kapal saat serangan terjadi.

Operasi pencarian dan penyelamatan hingga kini masih terus dilakukan oleh Angkatan Laut Sri Lanka.

Juru bicara Angkatan Laut Sri Lanka, Komandan Buddhika Sampath, mengatakan kapal penyelamat yang pertama tiba di lokasi hanya menemukan tumpahan minyak besar di permukaan laut.

“Kami menemukan orang-orang mengapung di air dan segera mengevakuasi mereka. Setelah kami menanyakan identitasnya, barulah diketahui mereka berasal dari kapal Iran,” kata Sampath.

Pentagon juga merilis sebuah video yang diklaim menunjukkan momen serangan terhadap kapal perang tersebut.

Dalam rekaman itu terlihat kapal dihantam ledakan besar di bagian buritan sehingga bagian belakang kapal terangkat sebelum akhirnya tenggelam perlahan.

Meski demikian, tanggal perekaman video tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Beberapa korban selamat, termasuk komandan kapal dan sejumlah perwira senior, juga dilaporkan telah memberikan keterangan kepada Angkatan Laut Sri Lanka bahwa kapal mereka diserang oleh kapal selam.

Perjalanan pulang latihan multinasional

Sebelum insiden tersebut terjadi, kapal perang IRIS Dena diketahui baru saja mengikuti latihan angkatan laut multinasional Milan yang diselenggarakan India di Teluk Benggala pada 18–25 Februari.

Komando Armada Timur Angkatan Laut India sebelumnya menyambut kedatangan kapal itu di pelabuhan Visakhapatnam.

“Angkatan Laut India menyambut IRIS Dena dari Angkatan Laut Iran saat tiba di Visakhapatnam, mencerminkan hubungan budaya yang telah lama terjalin antara kedua negara,” tulis Komando Armada Timur India melalui media sosial X pada 17 Februari.

Namun hingga saat ini pihak Angkatan Laut India belum memberikan pernyataan resmi terkait tenggelamnya kapal tersebut.

Serangan terhadap kapal perang Iran di Samudera Hindia menandai perluasan wilayah konflik yang sebelumnya lebih banyak terjadi di kawasan Timur Tengah.

Dalam beberapa pekan terakhir, Amerika Serikat dan Israel melancarkan sejumlah serangan terhadap target Iran, sementara Teheran membalas dengan serangan rudal dan drone.

Insiden tenggelamnya IRIS Dena dinilai berpotensi memperburuk eskalasi militer di kawasan serta meningkatkan ketegangan geopolitik di jalur pelayaran strategis Samudera Hindia.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/