SulawesiPos.com, Cianjur – Sebuah peristiwa memilukan terjadi di Kecamatan Cugenang Kabupaten Cianjur, Jawa Barat yang berujung pada meninggalnya seorang pria berinisial M (56).
Korban diduga menjadi korban penganiayaan setelah mengambil dua buah labu siam dari kebun milik terduga pelaku berinisial UA (40).
Insiden tersebut disebut bermula dari dugaan pencurian hasil kebun.
Namun peristiwa itu berakhir tragis setelah korban mengalami luka serius akibat penganiayaan.
Beberapa hari setelah kejadian, kondisi M terus memburuk.
Ia mengeluhkan sakit dan pusing hebat, bahkan sempat mengalami muntah sehari setelah insiden terjadi.
Pada Senin (2/3), korban akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
Alasan Ekonomi dan Kebutuhan Mendesak
Adik korban, Cucum Suhenda (50), mengungkapkan bahwa sang kakak nekat mengambil labu siam karena kebutuhan hidup yang mendesak.
Buah tersebut rencananya akan dimasak untuk kebutuhan makan saat berbuka puasa.
Menurutnya, kondisi ekonomi korban memang memprihatinkan.
Sehari-hari korban bekerja sebagai buruh serabutan dengan penghasilan tidak menentu.
“Memang kondisi ekonominya sulit. Kerjanya buruh serabutan, kalau ada yang menyuruh baru bekerja,” ujar Cucum.
Ia juga mengaku sempat mencoba melerai saat kejadian berlangsung, namun tidak mampu berbuat banyak karena situasi yang memanas.
Keluarga Harapkan Keadilan
Keluarga korban berharap aparat penegak hukum dapat memproses kasus ini secara adil. Mereka menilai peristiwa tersebut sudah melampaui batas dan tidak sebanding dengan persoalan yang menjadi pemicu.
“Kami ingin ada keadilan. Ini sudah sampai meninggal dunia. Bahkan untuk biaya pemakaman saja kami kesulitan,” ungkapnya dengan nada sedih.
Korban diketahui meninggalkan dua orang anak yang telah dewasa.
Namun secara keseluruhan, kondisi ekonomi keluarga tergolong lemah.
Hingga kini, kasus tersebut masih menjadi perhatian warga sekitar dan diharapkan dapat segera ditangani secara transparan sesuai hukum yang berlaku.

