SulawesiPos.com – Putra mendiang Shah Iran, Reza Pahlavi, menyatakan Republik Islam Iran telah berakhir menyusul laporan tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei.
Melalui unggahan di platform X pada Sabtu, Pahlavi menyebut kematian Khamenei sebagai akhir dari rezim yang dahulu menggulingkan ayahnya yang pro-Barat.
“Dengan kematiannya, Republik Islam secara efektif telah berakhir dan akan segera dibuang ke tong sampah sejarah,” tulisnya, dikutip dari AFP, Minggu (1/3/2026).
Pahlavi juga memperingatkan agar tidak menunjuk pengganti Khamenei dan menyerukan aparat keamanan untuk tidak mempertahankan pemerintahan saat ini.
“Kepada militer, pasukan keamanan, dan kepolisian, setiap upaya untuk menopang rezim yang runtuh pasti akan gagal,” ujarnya.
Ia menyerukan warga Iran tetap waspada dan bersiap menghadapi masa transisi, meskipun hingga kini ia belum mendapat dukungan penuh dari seluruh kelompok oposisi.
Iran Konfirmasi Kematian Khamenei
Sementara itu, Pemerintah Iran akhirnya menyampaikan pernyataan resmi terkait kabar wafatnya Khamenei yang sebelumnya ramai diberitakan usai serangan militer Israel dan Amerika Serikat.
Stasiun penyiaran negara Islamic Republic of Iran Broadcasting (IRIB) melaporkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran telah meninggal dunia.
“Pemimpin Tertinggi Iran telah mencapai syahid,” demikian laporan yang disiarkan, Minggu (1/3/2026).
Kantor berita Tasnim dan Fars juga mengonfirmasi kematian tersebut akibat serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat di Teheran.
Serangan udara dilaporkan terjadi pada Sabtu (28/2/2026), menyasar sejumlah titik strategis di Teheran, termasuk kompleks kediaman Khamenei.
Militer Israel dan Amerika Serikat disebut menjatuhkan sekitar 30 bom dalam operasi tersebut.
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan yang disiarkan televisi, menyebut kompleks kediaman Khamenei hancur akibat serangan mendadak.
“Pagi ini, dalam serangan mendadak yang dahsyat, kompleks kediaman diktator Ali Khamenei hancur di jantung Teheran,” ujar PM Israel tersebut.
Netanyahu menambahkan terdapat banyak indikasi kuat yang mengarah pada kematian Khamenei.
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, juga secara terbuka mengumumkan kematian Khamenei melalui platform media sosialnya.
“Khameini, salah satu orang paling jahat dalam sejarah, telah mati,” tulis Trump.
Ketidakpastian Politik Iran
Kematian Khamenei berpotensi memicu ketidakpastian politik besar di Iran, mengingat posisi Pemimpin Tertinggi merupakan otoritas tertinggi dalam sistem Republik Islam.
Pernyataan Reza Pahlavi yang menyerukan transisi kekuasaan menambah dinamika baru di tengah eskalasi konflik kawasan, sementara belum ada penjelasan rinci mengenai mekanisme suksesi yang akan ditempuh otoritas Iran.

