31 C
Makassar
1 March 2026, 17:09 PM WITA

Sekjen PBB Sesalkan Peluang Diplomasi Nuklir Iran Disia-siakan

SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang tengah berjalan telah “disia-siakan”.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Iran di Markas PBB, New York, Sabtu waktu setempat, Guterres menyoroti bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres, Minggu (1/3/2026).

Guterres menyebut bahwa persiapan telah dilakukan untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pekan depan, yang rencananya akan dilanjutkan dengan babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan negosiasi AS-Iran.

Ia pun mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah, serta menyerukan semua pihak kembali ke meja perundingan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujarnya.

Sekjen PBB juga meminta seluruh negara anggota mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, menjamin perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, serta memastikan keamanan fasilitas nuklir.

Pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi gugur akibat serangan tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama sepekan.

Pernyataan Trump

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam wawancara dengan CBS News, menyatakan bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah operasi militer tersebut.

Pernyataan itu kontras dengan seruan PBB yang menekankan pentingnya menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.

SulawesiPos.com – Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengungkapkan keprihatinannya bahwa serangan terhadap Iran menunjukkan peluang diplomasi dari perundingan nuklir yang tengah berjalan telah “disia-siakan”.

Dalam pertemuan darurat Dewan Keamanan PBB mengenai Iran di Markas PBB, New York, Sabtu waktu setempat, Guterres menyoroti bahwa serangan Amerika Serikat dan Israel terjadi setelah putaran ketiga perundingan tak langsung antara AS dan Iran yang ditengahi Oman.

“Saya sangat menyesalkan peluang diplomasi ini telah disia-siakan,” kata Guterres, Minggu (1/3/2026).

Guterres menyebut bahwa persiapan telah dilakukan untuk pembicaraan teknis di Wina, Austria, pekan depan, yang rencananya akan dilanjutkan dengan babak baru pembicaraan politik sebagai kelanjutan negosiasi AS-Iran.

Ia pun mendesak deeskalasi segera dan penghentian permusuhan di Timur Tengah, serta menyerukan semua pihak kembali ke meja perundingan.

“Saya menyerukan deeskalasi dan penghentian permusuhan segera. Jika tidak, yang terjadi adalah konflik yang lebih luas dengan konsekuensi serius bagi warga sipil dan stabilitas kawasan,” ujarnya.

Sekjen PBB juga meminta seluruh negara anggota mematuhi hukum internasional, termasuk Piagam PBB, menjamin perlindungan warga sipil sesuai hukum humaniter internasional, serta memastikan keamanan fasilitas nuklir.

Pada Sabtu (28/2/2026) pagi waktu setempat, AS dan Israel melancarkan serangkaian serangan ke Iran, termasuk ibu kota Teheran, yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan jatuhnya korban jiwa sipil.

Iran kemudian membalas dengan meluncurkan serangan rudal ke wilayah Israel serta fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, dikonfirmasi gugur akibat serangan tersebut.

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan meliburkan aktivitas kerja selama sepekan.

Pernyataan Trump

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump, dalam wawancara dengan CBS News, menyatakan bahwa perundingan dengan Iran “akan semakin mudah dibanding hari sebelumnya” setelah operasi militer tersebut.

Pernyataan itu kontras dengan seruan PBB yang menekankan pentingnya menahan diri dan memprioritaskan jalur diplomasi guna mencegah konflik yang lebih luas di kawasan.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/