28 C
Makassar
1 March 2026, 21:58 PM WITA

Lahir di Keluarga Ulama Terpandang, Berikut Profil Ali Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran yang Tewas Akibat Serangan Amerika – Israel

SulawesiPos.com – Kabar duka datang dari Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, resmi diumumkan wafat pada Minggu (1/3/2026).

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul wafatnya tokoh yang memimpin Republik Islam Iran lebih dari tiga dekade tersebut.

Laporan awal menyebutkan Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di kantornya pada Sabtu, 28 Februari 2026 dini hari, di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Selain dirinya, anak, menantu, dan cucunya turut dilaporkan menjadi korban.

Situasi ini semakin memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan.

Latar belakang keluarga

Ali Khamenei memiliki nama lengkap Sayyed Ali Hosseini Khamenei.

Ia lahir di Mashhad pada 15 Juli 1939 dari keluarga ulama terpandang.

Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, merupakan ulama berdarah Azeri-Turki, sementara ibunya, Khadijeh Mirdamadi, dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dan keturunan ulama era Safawi.

Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan religius dengan kehidupan sederhana.

Pendidikan agamanya dimulai sejak usia empat tahun di maktab tradisional sebelum melanjutkan studi ke Qom pada 1959.

Di sana, ia menjadi murid dari tokoh revolusi Iran, Ruhollah Khomeini.

Di Qom, Khamenei mempelajari konsep Wilayat al-Faqih, yang kemudian menjadi fondasi sistem politik Iran modern.

Sejak awal 1960-an, Khamenei aktif menentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi. Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali ditangkap dinas rahasia SAVAK.

Antara 1962 hingga 1977, ia ditahan enam kali dan sempat diasingkan ke Iranshahr. Saat Revolusi Islam 1979 bergulir, ia masuk lingkaran inti kekuasaan baru.

Pada 26 Juni 1981, ia selamat dari percobaan pembunuhan yang membuat lengan kanannya lumpuh permanen.

dari Presiden hingga Pemimpin Tertinggi

Khamenei menjabat sebagai Presiden Iran periode 1981–1989, di masa perang panjang melawan Irak.

Ia kemudian ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran oleh Majelis Ahli setelah wafatnya Khomeini pada 1989.

Selama kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tekanan, mulai dari sanksi internasional hingga konflik regional. Ia memperkuat pengaruh Iran di kawasan melalui apa yang kerap disebut sebagai “Poros Perlawanan”.

Khamenei dikenal mengusung prinsip “Kesabaran Strategis” dan “Fleksibilitas Heroik” dalam menghadapi tekanan global, sembari mendorong pengembangan teknologi dan kemandirian nasional.

Meski memegang otoritas tertinggi di Iran, sejumlah kalangan menilai Khamenei menjalani kehidupan yang relatif sederhana.

Ia kerap tampil dengan gaya hidup asketis dan dekat dengan kalangan ulama serta keluarga korban konflik.

Kepergiannya menandai babak baru dalam sejarah politik Iran dan berpotensi membawa perubahan besar dalam dinamika kawasan Timur Tengah.

Profil Singkat

Nama lengkap: Sayyed Ali Hosseini Khamenei

Lahir: Mashhad, 15 Juli 1939

Usia: 86 tahun

Orang tua: Sayyid Javad Khamenei dan Khadijeh Mirdamadi

Istri: Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh

Anak: 6 orang

Agama: Islam Syiah

Jabatan terakhir: Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

Wafat: 1 Maret 2026

SulawesiPos.com – Kabar duka datang dari Teheran. Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, resmi diumumkan wafat pada Minggu (1/3/2026).

Pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul wafatnya tokoh yang memimpin Republik Islam Iran lebih dari tiga dekade tersebut.

Laporan awal menyebutkan Khamenei tewas dalam serangan yang terjadi di kantornya pada Sabtu, 28 Februari 2026 dini hari, di tengah meningkatnya konflik militer di kawasan Timur Tengah.

Selain dirinya, anak, menantu, dan cucunya turut dilaporkan menjadi korban.

Situasi ini semakin memperuncing ketegangan geopolitik di kawasan.

Latar belakang keluarga

Ali Khamenei memiliki nama lengkap Sayyed Ali Hosseini Khamenei.

Ia lahir di Mashhad pada 15 Juli 1939 dari keluarga ulama terpandang.

Ayahnya, Sayyid Javad Khamenei, merupakan ulama berdarah Azeri-Turki, sementara ibunya, Khadijeh Mirdamadi, dikenal sebagai penghafal Al-Qur’an dan keturunan ulama era Safawi.

Sejak kecil, ia tumbuh dalam lingkungan religius dengan kehidupan sederhana.

Pendidikan agamanya dimulai sejak usia empat tahun di maktab tradisional sebelum melanjutkan studi ke Qom pada 1959.

Di sana, ia menjadi murid dari tokoh revolusi Iran, Ruhollah Khomeini.

Di Qom, Khamenei mempelajari konsep Wilayat al-Faqih, yang kemudian menjadi fondasi sistem politik Iran modern.

Sejak awal 1960-an, Khamenei aktif menentang rezim Shah Mohammad Reza Pahlavi. Aktivitas politiknya membuat ia beberapa kali ditangkap dinas rahasia SAVAK.

Antara 1962 hingga 1977, ia ditahan enam kali dan sempat diasingkan ke Iranshahr. Saat Revolusi Islam 1979 bergulir, ia masuk lingkaran inti kekuasaan baru.

Pada 26 Juni 1981, ia selamat dari percobaan pembunuhan yang membuat lengan kanannya lumpuh permanen.

dari Presiden hingga Pemimpin Tertinggi

Khamenei menjabat sebagai Presiden Iran periode 1981–1989, di masa perang panjang melawan Irak.

Ia kemudian ditunjuk sebagai Pemimpin Tertinggi Iran oleh Majelis Ahli setelah wafatnya Khomeini pada 1989.

Selama kepemimpinannya, Iran menghadapi berbagai tekanan, mulai dari sanksi internasional hingga konflik regional. Ia memperkuat pengaruh Iran di kawasan melalui apa yang kerap disebut sebagai “Poros Perlawanan”.

Khamenei dikenal mengusung prinsip “Kesabaran Strategis” dan “Fleksibilitas Heroik” dalam menghadapi tekanan global, sembari mendorong pengembangan teknologi dan kemandirian nasional.

Meski memegang otoritas tertinggi di Iran, sejumlah kalangan menilai Khamenei menjalani kehidupan yang relatif sederhana.

Ia kerap tampil dengan gaya hidup asketis dan dekat dengan kalangan ulama serta keluarga korban konflik.

Kepergiannya menandai babak baru dalam sejarah politik Iran dan berpotensi membawa perubahan besar dalam dinamika kawasan Timur Tengah.

Profil Singkat

Nama lengkap: Sayyed Ali Hosseini Khamenei

Lahir: Mashhad, 15 Juli 1939

Usia: 86 tahun

Orang tua: Sayyid Javad Khamenei dan Khadijeh Mirdamadi

Istri: Mansoureh Khojasteh Bagherzadeh

Anak: 6 orang

Agama: Islam Syiah

Jabatan terakhir: Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran

Wafat: 1 Maret 2026

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/