SulawesiPos.com – Pemerintah Amerika Serikat mengakui keterlibatannya dalam operasi yang menewaskan bos kartel paling diburu di Meksiko, Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho.
Dukungan yang diberikan bukan dalam bentuk pasukan, melainkan informasi intelijen untuk membantu otoritas Meksiko.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyampaikan bahwa Washington berbagi data intelijen guna mendukung operasi militer di Tapalpa, negara bagian Jalisco.
“Amerika Serikat memberikan dukungan intelijen kepada pemerintah Meksiko untuk membantu operasi di Tapalpa, Jalisco, Meksiko,” kata Leavitt melalui platform X.
Operasi tersebut menargetkan pemimpin Cartel Jalisco Nueva Generacion (CJNG), yang selama ini menjadi salah satu kartel paling berpengaruh di Meksiko.
Ia selama ini dikenal sebagai salah satu tokoh kriminal paling kejam di negara itu.
“Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera Cervantes, bandar narkoba terkenal sekaligus pemimpin dalam Kartel Generasi Baru Jalisco, berhasil dilumpuhkan,” lanjut Leavitt.
Ia menyebut keberhasilan operasi ini sebagai hasil koordinasi erat antara aparat keamanan Meksiko dan otoritas AS.
Pemerintahan Presiden Donald Trump sebelumnya telah menetapkan CJNG sebagai organisasi teroris asing.
Tiga Anggota Kartel Tewas, Dua Ditangkap
Dalam operasi ini, tiga anggota kartel dilaporkan tewas, tiga lainnya mengalami luka-luka, dan dua orang ditangkap.
Gedung Putih juga menyampaikan apresiasi kepada militer Meksiko atas pelaksanaan operasi tersebut.
“Pemerintahan Trump juga memuji dan berterima kasih kepada militer Meksiko atas kerja sama dan keberhasilan pelaksanaan operasi ini,” pungkasnya.

