Kepemimpinan Tegas Mentan Amran Sulaiman, Jenderal Perang yang Tak Gentar Hadapi Mafia Pangan

SulawesiPos.com – Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik, menilai kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencerminkan kepemimpinan publik yang terarah, tegas, serta berpihak kepada masyarakat kecil.

Sebagai Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNAS, Prof. Nur Sadik menilai berbagai langkah strategis yang ditempuh Mentan Amran dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan menunjukkan karakter pemimpin yang berani mengambil keputusan cepat dan berdampak langsung bagi publik.

“Kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah kebijakan publik yang jelas arahnya, tegas dalam eksekusi, dan nyata keberpihakannya kepada rakyat,” ujar Prof. Nur Sadik.

Ia menjelaskan, gaya kepemimpinan Mentan Amran memiliki karakter khas layaknya “jenderal perang”, yakni tegas, berwibawa, bijaksana, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap petani dan masyarakat kecil.

Dalam berbagai situasi gejolak harga pangan, Mentan Amran kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.

“Beliau tidak gentar menghadapi mafia pangan. Ketika terjadi gejolak harga di pasar, beliau turun tangan, dan harga bisa kembali stabil. Ini menunjukkan kepemimpinan yang hadir dan bekerja nyata,” tegasnya.

BACA JUGA: 
IKAMI Sulsel: Narasi Feri Amsari Tak Berdasar, Bisa Untungkan Mafia Pangan

Kepemimpinan Berani dan Visioner

Prof. Nur Sadik yang merupakan lulusan Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat, menilai gaya kepemimpinan berani seperti yang ditunjukkan Mentan Amran tergolong langka.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik.

Menurutnya, model kepemimpinan tersebut layak dijadikan contoh bagi pemimpin masa depan, terutama pada sektor strategis seperti pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menilai latar belakang keluarga turut membentuk karakter kepemimpinan Mentan Amran yang dikenal disiplin dan bertanggung jawab sejak kecil.

Selain itu, Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia tersebut menyebut Mentan Amran secara historis merupakan keturunan bangsawan Bugis, cucu Raja ke-16 Kerajaan Bone, Lapatau Matanna Tikka, sosok yang dikenal sebagai pemimpin tegas, petarung, dan bijaksana dalam sejarah Sulawesi Selatan.

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Berbagai kebijakan percepatan produksi, penguatan distribusi, serta penindakan tegas terhadap praktik mafia pangan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pendekatan yang cepat dan responsif tersebut dinilai mampu memberikan rasa aman, baik bagi petani maupun konsumen.

BACA JUGA: 
Mentan Andi Amran Tegaskan Swasembada Pangan dan Hilirisasi Pertanian di Rakernas Apkasi

Dengan kepemimpinan yang kuat, terukur, dan berpihak kepada rakyat, Prof. Nur Sadik optimistis sektor pertanian nasional akan semakin tangguh dan berdaulat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Di mata pakar administrasi dan kebijakan publik, Mentan Amran kerap menjadi bahan diskusi dan rujukan pembelajaran kepemimpinan. Hal ini dinilai karena ia menjadi satu-satunya menteri di Kabinet Merah Putih yang mampu merealisasikan target program superprioritas presiden dalam waktu sangat singkat.

“Target Presiden Prabowo Subianto untuk capai swasembada pangan dalam waktu 1 tahun terbilang mustahil, bahkan para pakar bilang itu tidak mungkin, impossible dan bahkan di anggap mimpi belaka. Namun karena tugas berat itu diberikan kepada orang yang tepat, maka semua tercapai tepat waktu. Dan kita saat ini sudah ekspor Beras, dan bahan pangan lainnya, yang sebelumnya kita impor,” tutupnya.

SulawesiPos.com – Pakar Kebijakan Publik dari Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik, menilai kebijakan yang dijalankan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencerminkan kepemimpinan publik yang terarah, tegas, serta berpihak kepada masyarakat kecil.

Sebagai Ketua Program Studi Doktor Administrasi Publik UNAS, Prof. Nur Sadik menilai berbagai langkah strategis yang ditempuh Mentan Amran dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan menunjukkan karakter pemimpin yang berani mengambil keputusan cepat dan berdampak langsung bagi publik.

“Kebijakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman adalah kebijakan publik yang jelas arahnya, tegas dalam eksekusi, dan nyata keberpihakannya kepada rakyat,” ujar Prof. Nur Sadik.

Ia menjelaskan, gaya kepemimpinan Mentan Amran memiliki karakter khas layaknya “jenderal perang”, yakni tegas, berwibawa, bijaksana, serta memiliki kepedulian tinggi terhadap petani dan masyarakat kecil.

Dalam berbagai situasi gejolak harga pangan, Mentan Amran kerap turun langsung ke lapangan untuk memastikan stabilitas pasokan dan harga.

“Beliau tidak gentar menghadapi mafia pangan. Ketika terjadi gejolak harga di pasar, beliau turun tangan, dan harga bisa kembali stabil. Ini menunjukkan kepemimpinan yang hadir dan bekerja nyata,” tegasnya.

BACA JUGA: 
Minyak Goreng Tak Boleh Langka dan Mahal, Indonesia Produsen Utama Sawit Dunia

Kepemimpinan Berani dan Visioner

Prof. Nur Sadik yang merupakan lulusan Golden Gate University, San Francisco, Amerika Serikat, menilai gaya kepemimpinan berani seperti yang ditunjukkan Mentan Amran tergolong langka.

Pakar Kebijakan Publik Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik.
Pakar Kebijakan Publik Universitas Nasional, Prof. Muhammad Nur Sadik.

Menurutnya, model kepemimpinan tersebut layak dijadikan contoh bagi pemimpin masa depan, terutama pada sektor strategis seperti pertanian dan ketahanan pangan nasional.

Ia juga menilai latar belakang keluarga turut membentuk karakter kepemimpinan Mentan Amran yang dikenal disiplin dan bertanggung jawab sejak kecil.

Selain itu, Guru Besar Kebijakan Publik Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia tersebut menyebut Mentan Amran secara historis merupakan keturunan bangsawan Bugis, cucu Raja ke-16 Kerajaan Bone, Lapatau Matanna Tikka, sosok yang dikenal sebagai pemimpin tegas, petarung, dan bijaksana dalam sejarah Sulawesi Selatan.

Komitmen Perkuat Ketahanan Pangan

Berbagai kebijakan percepatan produksi, penguatan distribusi, serta penindakan tegas terhadap praktik mafia pangan dinilai sebagai langkah konkret dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Pendekatan yang cepat dan responsif tersebut dinilai mampu memberikan rasa aman, baik bagi petani maupun konsumen.

BACA JUGA: 
Lantik IKA Unhas Jabodetabek, Ketum AAS: Pionir Alumni Unhas di Panggung Nasional

Dengan kepemimpinan yang kuat, terukur, dan berpihak kepada rakyat, Prof. Nur Sadik optimistis sektor pertanian nasional akan semakin tangguh dan berdaulat, sekaligus memperkuat posisi Indonesia menuju swasembada pangan yang berkelanjutan.

Di mata pakar administrasi dan kebijakan publik, Mentan Amran kerap menjadi bahan diskusi dan rujukan pembelajaran kepemimpinan. Hal ini dinilai karena ia menjadi satu-satunya menteri di Kabinet Merah Putih yang mampu merealisasikan target program superprioritas presiden dalam waktu sangat singkat.

“Target Presiden Prabowo Subianto untuk capai swasembada pangan dalam waktu 1 tahun terbilang mustahil, bahkan para pakar bilang itu tidak mungkin, impossible dan bahkan di anggap mimpi belaka. Namun karena tugas berat itu diberikan kepada orang yang tepat, maka semua tercapai tepat waktu. Dan kita saat ini sudah ekspor Beras, dan bahan pangan lainnya, yang sebelumnya kita impor,” tutupnya.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru