SulawesiPos.com – Usai ibunya kena teror, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Gadjah Mada, Tiyo Ardianto memberi respons via unggahan di akun sosial medianya, Instagram @tiyoardianto_, pada Senin (16/2/2026).
Ia mengungkapkan dalam unggahan tersebut bahwa ibundanya menerima pesan bernada intimidatif melalui aplikasi WhatsApp pada Sabtu malam (14/2/2026).
Pesan tersebut berisi tuduhan bahwa Tiyo telah menggelapkan dana kampus.
Pengirim bahkan menyertakan foto Tiyo disertai narasi yang menuduhnya menilep dana penggalangan untuk mahasiswa penerima Kartu Indonesia Pintar.
Dalam unggahan tersebut, sang ibu mengaku khawatir.
“Ibu takut guus,” ketik ibunya kepada Tio.
Menurut Tio, Tuduhan yang dilayangkan tidak berdasar, namun cukup mengguncang psikologis keluarganya yang tidak terbiasa menghadapi tekanan semacam itu.
Tiyo juga menegaskan bahwa tuduhan dalam pesan tersebut merupakan bentuk fitnah dan bagian dari rangkaian intimidasi yang ia alami.
Selain itu, dalam unggahan yang sama, di slide terakhir menuliskan pesan dengan judul Tiga Ibu.
Pesan itu menegaskan ada tiga Ibu yang akan ia bela martabat dan keselamatannya, apapun tantangan dan rintangan yang dihadapi.
Berikut tulisan yang dia unggah di slide terakhir:
TIGA IBU
Ada tiga lbu yang sampai kapan pun akan saya jaga
martabat dan keselamatannya apapun resikonya.
Yang pertama, Ibu yang telah melahirkan saya dan
dengan sangat baik mendidik saya untuk berani
berkata jujur serta berkepribadian ksatria.
Yang kedua, Ibu Pertiwi yang dari Tanah dan Air-
nya saya tumbuh dewasa, mengenal semesta, dan
mempersaudarakan saya dengan banyak manusia.
Yang ketiga, Ibu yang kelak melahirkan anak-anak
saya dan menyalakan harapan untuk segala cita-
cita yang mungkin belum bisa tuntas diraih usia.
Ketiganya, meskipun belum lengkap sempurna,
akan senantiasa saya cinta, tanpa memenangkan
atau mengalahkan salah satunya.
Tiyo Ardianto
Ketua BEM UGM

