Overview
- Simulasi TKA 2026 disediakan secara daring dan gratis untuk membantu siswa SD dan SMP mengenal sistem serta alur ujian sejak dini.
- Melalui simulasi ini, siswa dapat berlatih mengerjakan soal dengan berbagai bentuk yang dirancang untuk mengukur kemampuan berpikir.
- Pemanfaatan simulasi TKA diharapkan meningkatkan kesiapan akademik dan mental siswa sebelum menghadapi asesmen nasional 2026.
SulawesiPos.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 memang masih beberapa bulan lagi.
Namun, sejak awal tahun ini, siswa jenjang SD dan SMP sudah bisa lebih dulu mengenal pola ujian tersebut melalui simulasi TKA yang disediakan pemerintah secara daring.
Simulasi ini menjadi ruang aman bagi siswa untuk mencoba sistem ujian tanpa tekanan nilai.
Lewat simulasi, peserta dapat memahami bagaimana alur TKA berjalan, seperti proses masuk ke sistem, membaca instruksi, hingga mengatur waktu saat mengerjakan soal.
Meski tidak bersifat wajib, TKA tetap memegang peran penting dalam sistem asesmen nasional.
Tes ini digunakan untuk melihat capaian akademik siswa secara lebih merata, sekaligus menjadi salah satu data pendukung dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB), khususnya melalui jalur prestasi akademik.
Siapa Saja yang Mengikuti TKA?
TKA 2026 diperuntukkan bagi siswa pada jenjang akhir masing-masing satuan pendidikan.
Untuk tingkat SD atau sederajat, peserta TKA adalah siswa kelas 6. Sementara itu, pada jenjang SMP atau sederajat, TKA diikuti oleh siswa kelas 9.
Karena menyasar siswa kelas akhir, simulasi TKA menjadi momen penting bagi peserta didik untuk mengukur kesiapan diri sebelum memasuki ujian resmi yang dijadwalkan berlangsung pada April 2026.
Simulasi Dirancang Serupa Ujian Sebenarnya
Berbeda dari latihan soal biasa, simulasi TKA dibuat menyerupai kondisi ujian sesungguhnya.

