24 C
Makassar
8 February 2026, 23:41 PM WITA

Prabowo Optimis Swasembada Pangan Jadi Agenda Strategis 3 Tahun ke Depan

Peningkatan produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas capaian stok beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia” pungkasnya

Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat tercatat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.

Swasembada Beras Jadi Pijakan

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam perjalanan swasembada pangan.

Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk melangkah menuju kemandirian komoditas pangan strategis lainnya.

“Sejak 31 desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya.” ujarnya.

Baca Juga: 
Mentan Amran Menolak Dicalonkan Lagi, Semua Ketua IKA Aklamasi Menjadikannya Calon Tunggal Ketua Umum IKA Unhas 2026-2030

Sejalan dengan hal tersebut, kinerja produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain meningkatkan produksi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah bertekad menjaga stabilitas harga pangan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Peningkatan produksi tersebut berdampak langsung pada penguatan cadangan pangan nasional. Presiden Prabowo menyampaikan rasa syukur atas capaian stok beras nasional yang kini berada pada level tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Alhamdulillah pertama kali dalam sejarah republik kita cadangan beras kita di gudang-gudang kita yang tertinggi selama sejarah republik Indonesia” pungkasnya

Sepanjang 2025, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,25 juta ton dan bahkan sempat menyentuh 4,2 juta ton pada Juni 2025, tertinggi sepanjang sejarah.

Memasuki awal 2026, stok beras yang dikuasai pemerintah dan masyarakat tercatat mencapai 12,53 juta ton, meningkat 49,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya, mencerminkan semakin kuatnya fondasi ketahanan pangan nasional.

Swasembada Beras Jadi Pijakan

Presiden Prabowo juga menegaskan bahwa Indonesia telah memasuki fase penting dalam perjalanan swasembada pangan.

Keberhasilan swasembada beras menjadi pijakan untuk melangkah menuju kemandirian komoditas pangan strategis lainnya.

“Sejak 31 desember 2025 Indonesia sekarang swasembada beras dan Insya Allah sebentar lagi swasembada jagung dan Insya Allah dalam tiga tahun lagi kita akan swasembada pangan semuanya.” ujarnya.

Baca Juga: 
Tim SAR Siagakan Helikopter Caracal untuk Evakuasi Udara Korban ATR 42-500 di Puncak Bulusaraung

Sejalan dengan hal tersebut, kinerja produksi jagung nasional juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan angka tetap Kerangka Sampel Area (KSA) BPS, produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 16,16 juta ton, meningkat 6,74 persen dibandingkan tahun 2024. BPS juga memproyeksikan potensi produksi jagung pada periode Januari–Maret 2026 mencapai 4,94 juta ton, naik 4,18 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain meningkatkan produksi, Presiden Prabowo menegaskan bahwa tujuan utama pembangunan sektor pangan adalah memastikan keterjangkauan harga bagi seluruh rakyat Indonesia.

Pemerintah bertekad menjaga stabilitas harga pangan agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/