26 C
Makassar
8 February 2026, 22:05 PM WITA

Prabowo Optimis Swasembada Pangan Jadi Agenda Strategis 3 Tahun ke Depan

SulawesiPos.com – Pemerintah menetapkan swasembada pangan menjadi agenda strategis nasional secara menyeluruh dalam waktu tiga tahun ke depan.

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan pemerintah optimis mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh dalam tiga tahun tersebut.

Keyakinan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Presiden menyampaikan bahwa kedaulatan pangan menjadi pilar utama kemandirian bangsa.

Pemerintah, kata Presiden, tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan adil dan berpihak kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks tersebut, Presiden menekankan langkah strategis pemerintah dalam membenahi tata kelola pupuk nasional.

Pengambilalihan kendali distribusi pupuk dilakukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan harga bagi petani di seluruh Indonesia.

“Pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani, dengan adil, dan dengan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan” kata Presiden.

Baca Juga: 
Prabowo Kunker ke Jatim, Hadiri Mujahadah Kubro Satu Abad NU Bersama 100 Ribu Jemaah

Kebijakan tersebut turut menopang peningkatan kinerja produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian ini sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

SulawesiPos.com – Pemerintah menetapkan swasembada pangan menjadi agenda strategis nasional secara menyeluruh dalam waktu tiga tahun ke depan.

Presiden Republik Indonesia (RI) Prabowo Subianto menegaskan pemerintah optimis mewujudkan swasembada pangan nasional secara menyeluruh dalam tiga tahun tersebut.

Keyakinan tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama di Malang, Jawa Timur, Minggu (8/2/2026).

Presiden menyampaikan bahwa kedaulatan pangan menjadi pilar utama kemandirian bangsa.

Pemerintah, kata Presiden, tidak hanya menargetkan peningkatan produksi, tetapi juga memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan adil dan berpihak kepada petani sebagai ujung tombak ketahanan pangan nasional.

Dalam konteks tersebut, Presiden menekankan langkah strategis pemerintah dalam membenahi tata kelola pupuk nasional.

Pengambilalihan kendali distribusi pupuk dilakukan untuk menjamin ketersediaan, pemerataan, dan keterjangkauan harga bagi petani di seluruh Indonesia.

“Pemerintah sudah buktikan, begitu kita ambil alih pemerintahan, kita bisa menjamin pupuk sampai ke semua petani, dengan adil, dan dengan cukup, dan dengan harga yang kita turunkan” kata Presiden.

Baca Juga: 
Sukses Ukir Sejarah Swasembada Pangan, Mentan Amran Tuai Pujian Tokoh Pertanian Nasional

Kebijakan tersebut turut menopang peningkatan kinerja produksi pangan nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat produksi beras Indonesia sepanjang Januari–Desember 2025 mencapai 34,69 juta ton, meningkat 13,29 persen dibandingkan tahun 2024.

Capaian ini sejalan dengan proyeksi FAO dan USDA yang memperkirakan produksi beras Indonesia berada di kisaran 34,6 juta ton, sekaligus menjadi yang tertinggi di kawasan ASEAN.

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/