26 C
Makassar
6 February 2026, 14:13 PM WITA

Bisnis Baru Trump: TrumpRX

Perubahan mulai terlihat ketika Express Scripts, manajer manfaat farmasi milik Cigna, mencapai kesepakatan dengan Federal Trade Commission yang memungkinkan pembayaran melalui TrumpRx dihitung terhadap deductible dengan syarat adanya penyesuaian regulasi.

Di sisi lain, diskon besar dari harga daftar resmi belum tentu mencerminkan penghematan nyata karena harga daftar tidak selalu identik dengan harga akhir yang dibayar pasien setelah negosiasi antara perusahaan farmasi dan perusahaan asuransi.

Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada segmen obat obesitas, di mana Novo Nordisk melaporkan sekitar 30 persen resep Wegovy berasal dari skema pembayaran mandiri melalui NovoCare, sementara Eli Lilly menyatakan Zepbound versi self-pay menyumbang sepertiga pasien baru obat obesitas bermerek mereka.

Fenomena ini terjadi karena banyak perusahaan asuransi belum menanggung terapi penurunan berat badan, sehingga pembelian tunai menjadi satu-satunya opsi bagi sebagian pasien, berbeda dengan obat lain seperti pengencer darah yang umumnya tetap ditanggung asuransi.

Ketua Departemen Fisiologi Unhas: TrumpRx lebih politis daripada solutif

Menanggapi peluncuran TrumpRx, dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE, Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan kepakaran Fisiologi Endokrin Cardio Metabolik, kepada wartawan SulawesiPos.com pada 6 Februari 2026 menyatakan bahwa platform ini lebih tepat dibaca sebagai etalase politik daripada reformasi sistemik, karena ukuran keberhasilan sejati bukanlah harga yang tertera di situs, melainkan apakah pasien benar-benar membayar lebih murah setelah memperhitungkan deductible, batas pengeluaran maksimal, dan struktur manfaat asuransi mereka.

Baca Juga: 
Harga Pangan Terkendali Jelang 2026, Sejumlah Komoditas Alami Penurunan
dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE
Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE

Ia menegaskan bahwa jika pembayaran tunai tidak terintegrasi dalam sistem perlindungan asuransi, maka pasien berisiko mengalami beban finansial kronis yang dapat berujung pada putus obat, kegagalan kontrol penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan dislipidemia, serta peningkatan komplikasi kardiometabolik yang justru memperbesar biaya kesehatan jangka panjang.

Dalam konteks terapi obesitas yang kini menjadi sorotan, dr. Ariyandy menjelaskan bahwa obat seperti Wegovy dan Zepbound berbasis agonis GLP-1 memang terbukti secara klinis menurunkan berat badan dan memperbaiki parameter metabolik, namun penggunaannya memerlukan seleksi indikasi ketat, edukasi efek samping gastrointestinal, titrasi dosis bertahap, serta pemantauan komorbid seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Menurutnya, tanpa pendekatan klinis komprehensif dan pengawasan dokter, pembelian langsung berisiko menciptakan siklus harapan instan, efek samping, penghentian terapi, dan kekambuhan berat badan yang merugikan pasien baik secara medis maupun psikologis.

Ia juga menekankan bahwa reformasi harga obat yang berdampak nyata seharusnya mencakup transparansi harga akhir yang dibayar pasien, integrasi pembayaran terhadap deductible dan batas pengeluaran maksimal, perluasan akses obat generik dan biosimilar, serta kebijakan global yang mencegah harga obat bermerek melampaui ambang kemampuan bayar masyarakat.

Baca Juga: 
Presiden Prabowo Melawat ke Prancis, Ini Bahasannya Bersama Macron

“Tanpa reformasi menyentuh akar sistem pembiayaan dan rantai distribusi farmasi, TrumpRx mungkin terdengar impresif di panggung politik, tetapi dampaknya terhadap kesehatan populasi dan stabilitas sistem kardiometabolik masyarakat akan tetap terbatas,” ujar dr. Ariyandy. (ali)

Perubahan mulai terlihat ketika Express Scripts, manajer manfaat farmasi milik Cigna, mencapai kesepakatan dengan Federal Trade Commission yang memungkinkan pembayaran melalui TrumpRx dihitung terhadap deductible dengan syarat adanya penyesuaian regulasi.

Di sisi lain, diskon besar dari harga daftar resmi belum tentu mencerminkan penghematan nyata karena harga daftar tidak selalu identik dengan harga akhir yang dibayar pasien setelah negosiasi antara perusahaan farmasi dan perusahaan asuransi.

Pertumbuhan paling signifikan terlihat pada segmen obat obesitas, di mana Novo Nordisk melaporkan sekitar 30 persen resep Wegovy berasal dari skema pembayaran mandiri melalui NovoCare, sementara Eli Lilly menyatakan Zepbound versi self-pay menyumbang sepertiga pasien baru obat obesitas bermerek mereka.

Fenomena ini terjadi karena banyak perusahaan asuransi belum menanggung terapi penurunan berat badan, sehingga pembelian tunai menjadi satu-satunya opsi bagi sebagian pasien, berbeda dengan obat lain seperti pengencer darah yang umumnya tetap ditanggung asuransi.

Ketua Departemen Fisiologi Unhas: TrumpRx lebih politis daripada solutif

Menanggapi peluncuran TrumpRx, dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE, Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin dengan kepakaran Fisiologi Endokrin Cardio Metabolik, kepada wartawan SulawesiPos.com pada 6 Februari 2026 menyatakan bahwa platform ini lebih tepat dibaca sebagai etalase politik daripada reformasi sistemik, karena ukuran keberhasilan sejati bukanlah harga yang tertera di situs, melainkan apakah pasien benar-benar membayar lebih murah setelah memperhitungkan deductible, batas pengeluaran maksimal, dan struktur manfaat asuransi mereka.

Baca Juga: 
Atas perintah Trump, Amerika Keluar dari Puluhan Organisasi Internasional: Apakah Afghanistan Juga akan Terdampak?
dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE
Ketua Departemen Fisiologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, dr. Andi Ariyandy, PhD, MHPE

Ia menegaskan bahwa jika pembayaran tunai tidak terintegrasi dalam sistem perlindungan asuransi, maka pasien berisiko mengalami beban finansial kronis yang dapat berujung pada putus obat, kegagalan kontrol penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan dislipidemia, serta peningkatan komplikasi kardiometabolik yang justru memperbesar biaya kesehatan jangka panjang.

Dalam konteks terapi obesitas yang kini menjadi sorotan, dr. Ariyandy menjelaskan bahwa obat seperti Wegovy dan Zepbound berbasis agonis GLP-1 memang terbukti secara klinis menurunkan berat badan dan memperbaiki parameter metabolik, namun penggunaannya memerlukan seleksi indikasi ketat, edukasi efek samping gastrointestinal, titrasi dosis bertahap, serta pemantauan komorbid seperti diabetes tipe 2 dan penyakit jantung.

Menurutnya, tanpa pendekatan klinis komprehensif dan pengawasan dokter, pembelian langsung berisiko menciptakan siklus harapan instan, efek samping, penghentian terapi, dan kekambuhan berat badan yang merugikan pasien baik secara medis maupun psikologis.

Ia juga menekankan bahwa reformasi harga obat yang berdampak nyata seharusnya mencakup transparansi harga akhir yang dibayar pasien, integrasi pembayaran terhadap deductible dan batas pengeluaran maksimal, perluasan akses obat generik dan biosimilar, serta kebijakan global yang mencegah harga obat bermerek melampaui ambang kemampuan bayar masyarakat.

Baca Juga: 
Besar Potensi Amerika Serang Iran, Negara Teluk Cemas

“Tanpa reformasi menyentuh akar sistem pembiayaan dan rantai distribusi farmasi, TrumpRx mungkin terdengar impresif di panggung politik, tetapi dampaknya terhadap kesehatan populasi dan stabilitas sistem kardiometabolik masyarakat akan tetap terbatas,” ujar dr. Ariyandy. (ali)

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/