24 C
Makassar
3 February 2026, 3:21 AM WITA

Waspada Virus Nipah, Bandara Ngurah Rai Perketat Pemeriksaan Kedatangan Internasional

Pengawasan dilakukan dengan pemasangan dua unit thermal scanner di area kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, serta satu unit di terminal VIP.

Pihak bandara juga berkoordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Kamis (29/1).

Apabila ditemukan penumpang dengan gejala mencurigakan, pihak BBKK akan menindaklanjuti dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Gede Eka Sandi juga mengimbau penumpang untuk menjaga kondisi kesehatan dan segera melapor apabila mengalami gejala awal.

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” katanya.

Baca Juga: 
Kasus TBC Tinggi, Makassar Jadi Prioritas Nasional Penanganan Kemenkes

Wamenkes: Indonesia Sudah Lakukan Skrining

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memastikan hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan skrining di pintu-pintu masuk negara.

“Virus Nipah itu sudah ada sejak 1998. Ada di India, tahun ini ada dua kasus. Memang angka kematiannya sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus,” kata Ben saat kunjungan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (29/1).

Pengawasan dilakukan dengan pemasangan dua unit thermal scanner di area kedatangan internasional, satu unit di kedatangan domestik, serta satu unit di terminal VIP.

Pihak bandara juga berkoordinasi dengan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan (BBKK) Kelas I Denpasar untuk memastikan pengawasan berjalan optimal.

“Seluruh personel di lingkungan bandara berkomitmen untuk melakukan pengawasan secara ketat dan menyeluruh dalam pencegahan penularan virus Nipah di area kedatangan bandara,” kata Communication and Legal Division Head PT Angkasa Pura Indonesia Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Gede Eka Sandi Asmadi, Kamis (29/1).

Apabila ditemukan penumpang dengan gejala mencurigakan, pihak BBKK akan menindaklanjuti dengan merujuk penumpang tersebut ke Rumah Sakit Umum Pusat Prof IGNG Ngoerah, Denpasar.

Gede Eka Sandi juga mengimbau penumpang untuk menjaga kondisi kesehatan dan segera melapor apabila mengalami gejala awal.

“Adapun bagi penumpang yang merasa kondisi kesehatannya menurun dan terdapat gejala awal virus Nipah seperti demam, kami imbau untuk segera menghubungi petugas bandara terdekat atau petugas BBKK di bandara,” katanya.

Baca Juga: 
Jokowi Sebut PSI Masa Depan Indonesia, Tekankan Struktur Hingga Akar Rumput

Wamenkes: Indonesia Sudah Lakukan Skrining

Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, memastikan hingga saat ini virus Nipah belum ditemukan di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa pemerintah telah melakukan skrining di pintu-pintu masuk negara.

“Virus Nipah itu sudah ada sejak 1998. Ada di India, tahun ini ada dua kasus. Memang angka kematiannya sangat tinggi, tetapi jumlah kasus di dunia ini belum sampai 1.000 kasus,” kata Ben saat kunjungan di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (29/1).

Artikel Terkait

Terpopuler

Artikel Terbaru

/